TAPM Gunungkidul Tancap Gas, OJT Pemutakhiran Indeks Desa di Patuk Perkuat Akurasi Data Kalurahan



P3MD Gunungkidul – Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul terus mempercepat proses pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026 melalui kegiatan On the Job Training (OJT) yang dilaksanakan bagi Pendamping Desa Kapanewon Patuk. Kegiatan berlangsung pada Senin (27/7/2026) di Ruang Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Patuk sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas data yang diunggah ke dalam aplikasi Indeks Desa telah melalui proses validasi dan verifikasi secara cermat.

OJT difokuskan pada pendampingan teknis validasi dan verifikasi data hasil pemutakhiran Indeks Desa. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena seluruh kalurahan di Kapanewon Patuk sebelumnya telah menuntaskan simulasi pengisian instrumen Indeks Desa. Dengan demikian, sebagian besar data dasar telah tersedia sehingga proses pengecekan dan unggah data menjadi lebih cepat dan sistematis.

Dalam pelaksanaannya, TAPM bersama Pendamping Desa melakukan penelusuran terhadap kelengkapan dokumen pendukung, kesesuaian jawaban dengan kondisi riil di lapangan, serta memastikan seluruh eviden yang dipersyaratkan telah memenuhi ketentuan sebelum diunggah ke aplikasi.

Hasilnya, hingga kegiatan berakhir, dua kalurahan berhasil menyelesaikan seluruh tahapan validasi, verifikasi, dan pengunggahan data ke dalam aplikasi Indeks Desa. Capaian tersebut menjadi awal yang positif bagi percepatan penyelesaian pemutakhiran Indeks Desa di wilayah Kapanewon Patuk.

Tim TAPM Kabupaten Gunungkidul, Aris Nurkholis, mengatakan bahwa keberhasilan simulasi yang telah dilakukan sebelumnya menjadi faktor penting dalam mempercepat proses validasi saat OJT.

"Karena seluruh kalurahan di Kapanewon Patuk telah menyelesaikan simulasi pengisian Indeks Desa, proses OJT kali ini jauh lebih ringan. Data sudah tersedia sehingga kami tinggal memastikan kesesuaian, kelengkapan eviden, dan melakukan validasi sebelum diunggah ke aplikasi. Harapannya, seluruh data yang masuk benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Aris.

Menurutnya, kualitas data menjadi aspek yang tidak dapat ditawar karena akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan desa serta pengukuran capaian pembangunan di tingkat kalurahan.

Sementara itu, Pendamping Desa Kapanewon Patuk, Nusa Dwiatmaja, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan TAPM. Ia menilai OJT memberikan ruang diskusi yang sangat membantu dalam menyelesaikan berbagai persoalan teknis selama proses pemutakhiran.

"Pendampingan secara langsung seperti ini sangat efektif karena setiap kendala dapat segera dibahas dan diselesaikan bersama. Kami menjadi lebih yakin bahwa data yang diunggah telah sesuai dengan kondisi di lapangan dan memenuhi ketentuan aplikasi Indeks Desa," ungkap Nusa.

Ia optimistis, dengan kolaborasi antara TAPM, Pendamping Desa, pemerintah kalurahan, dan seluruh pihak terkait, penyelesaian pemutakhiran Indeks Desa di Kapanewon Patuk dapat berjalan sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas dan akurasi data.

Melalui kegiatan OJT ini, TAPM Kabupaten Gunungkidul kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal setiap tahapan pemutakhiran Indeks Desa agar menghasilkan data yang valid, akurat, dan berkualitas. Data tersebut diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam perencanaan pembangunan berbasis data, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kondisi dan potensi masing-masing kalurahan. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar