Gunungkidul 08/01/2026 - Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis pertanian terus digalakkan di Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Salah satunya diwujudkan melalui peresmian Toko Pertanian “Maju Mandiri” yang berlokasi sementara di rumah Bapak Sugimin, sebagai pusat layanan sarana dan prasarana pertanian bagi warga setempat.
Gagasan
pendirian Toko Pertanian Maju Mandiri telah tumbuh di tengah masyarakat selama
kurang lebih enam bulan terakhir. Berangkat dari kebutuhan riil petani akan
akses sarana produksi pertanian yang mudah, terjangkau, dan berkelanjutan,
warga bersama Pemerintah Kalurahan Nglipar berinisiatif membentuk sebuah unit
usaha yang dikelola secara mandiri dan profesional melalui Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes/Bumkal).
Secara demografis, Kalurahan Nglipar merupakan wilayah dengan karakter agraris yang kuat. Sekitar 95 persen dari jumlah penduduk, atau kurang lebih 1.200 jiwa, menggantungkan mata pencaharian sebagai petani penggarap. Kondisi geografis Nglipar yang didominasi oleh kawasan hutan dan lahan tegalan turut membentuk pola pertanian masyarakat. Sekitar dua pertiga wilayahnya berupa hutan, sementara lahan tegalan milik warga umumnya dimanfaatkan untuk budidaya tanaman jagung.
Jagung menjadi komoditas unggulan di wilayah ini. Dengan luas tanam yang cukup signifikan, produksi jagung di Kalurahan Nglipar tercatat mencapai sekitar 1,7 ton per tahun. Namun demikian, selama ini petani masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari ketersediaan sarana produksi, fluktuasi harga, hingga keterbatasan akses terhadap pengelolaan hasil panen dan limbah pertanian.
Berangkat
dari kondisi tersebut, Pemerintah Kalurahan Nglipar pada tahun 2025
mengalokasikan Program Ketahanan Pangan yang bersumber dari Dana Desa melalui
penguatan BUMDes/Bumkal. Program ini diwujudkan dalam pembukaan unit usaha baru
berupa Toko Pertanian Maju Mandiri dengan nilai anggaran sebesar Rp 200 juta.
Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan
sarana produksi pertanian, memperkuat rantai pasok lokal, sekaligus
meningkatkan pendapatan asli desa.
Toko
Pertanian Maju Mandiri dirancang tidak hanya sebagai tempat penjualan pupuk,
benih, dan sarana produksi pertanian lainnya, tetapi juga sebagai wadah
pemberdayaan petani. Ke depan, toko ini diharapkan mampu menjadi simpul ekonomi
yang memperkuat posisi tawar petani, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta
mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi turunan di sektor pertanian yang dikelola
secara profesional oleh BUMDes/Bumkal.
Salah
satu inovasi yang direncanakan adalah pengelolaan limbah hasil panen jagung.
Selama ini, sisa tanaman jagung kerap tidak dimanfaatkan secara optimal.
Melalui Toko Pertanian Maju Mandiri, limbah tersebut akan diolah menjadi pakan
ternak, sehingga memiliki nilai tambah ekonomi. Program pengolahan ini
direncanakan akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan KDMP Kalurahan
Nglipar, sebagai bentuk sinergi antarlembaga desa dalam mendukung ekonomi lokal
yang berkelanjutan.
Peresmian
Toko Pertanian Maju Mandiri turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan
masyarakat. Dalam sambutannya, Panewu Nglipar menekankan pentingnya keberanian
Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) untuk bersaing secara sehat dan
profesional. Menurutnya, unit usaha desa tidak boleh hanya berjalan apa adanya,
tetapi harus dikelola dengan manajemen yang baik, inovatif, dan berorientasi
pada keberlanjutan.
“Bumkal
harus berani bersaing. Desa memiliki potensi besar, tinggal bagaimana dikelola
dengan sungguh-sungguh. Jika dikelola dengan baik, usaha ini akan mampu menjadi
penggerak ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Lebih
lanjut, Panewu Nglipar juga mengimbau kepada Pemerintah Kalurahan beserta
seluruh lapisan masyarakat untuk turut mendukung keberadaan Toko Pertanian Maju
Mandiri. Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga
partisipasi aktif masyarakat sebagai pengguna layanan, mitra usaha, dan
pengawas bersama agar unit usaha desa ini dapat berkembang sesuai dengan tujuan
awal pendiriannya.
Pemerintah
Kalurahan Nglipar menyambut baik harapan tersebut. Keberadaan Toko Pertanian
Maju Mandiri dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan
pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mewujudkan kemandirian ekonomi
desa. Dengan dukungan Dana Desa tahun 2025 sebesar Rp 200 juta, partisipasi masyarakat,
serta sinergi dengan lembaga desa lainnya, toko ini diharapkan mampu menjadi
contoh praktik baik pengelolaan usaha berbasis potensi lokal.
Kedepan, Toko Pertanian Maju Mandiri diharapkan tidak hanya melayani kebutuhan
petani di Kalurahan Nglipar, tetapi juga dapat menjangkau wilayah sekitarnya di
Kapanewon Nglipar. Dengan semangat gotong royong dan pengelolaan yang
transparan, keberadaan toko ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa
berbasis pertanian yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. (TGS)

0 Komentar