Progres usaha tersebut dipantau langsung oleh Tim TAPM Kabupaten Gunungkidul melalui kegiatan Monitoring Usaha Ketahanan Pangan, Selasa (8/9/2026). Tim yang terdiri atas Hery Santoso, Teguh Santosa, dan Khusnudin meninjau perkembangan tanaman sekaligus melakukan dialog dengan pengelola BUMDes.
Memasuki masa tanam ketiga, sebanyak 1.140 batang melon dibudidayakan di Green House BUMDes Mekar Jaya Sambirejo. Tiga varietas yang ditanam adalah Skidrow, Sweet Lavender, dan The Blues.
Direktur BUMDes Mekar Jaya Sambirejo, Putut, mengatakan pemilihan varietas tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap respons pasar pada panen pertama dan kedua. Strategi ini menunjukkan bahwa keputusan produksi mulai diarahkan berdasarkan preferensi konsumen dan pengalaman penjualan sebelumnya.
“Pemilihan tiga jenis ini berdasarkan animo masyarakat pada panen pertama dan kedua,” ujar Putut.
Saat monitoring berlangsung, tanaman telah berumur 47 hari setelah tanam (HST) dan memasuki fase akhir menuju panen. Dengan harga jual yang ditargetkan sekitar Rp29.000 per kilogram, hasil produksi masa tanam ketiga diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp45 juta.
Untuk mempertahankan posisi produk pada segmen premium, BUMDes menerapkan pengendalian produksi dengan menyisakan satu buah melon pada setiap batang. Teknik tersebut ditujukan untuk menjaga ukuran, kualitas, dan cita rasa buah sehingga memiliki nilai jual yang optimal.
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa usaha ketahanan pangan dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi produktif apabila didukung perencanaan produksi, pembacaan pasar, dan konsistensi menjaga kualitas.
Ke depan, BUMDes Mekar Jaya Sambirejo tidak hanya membidik peningkatan omzet, tetapi juga kontribusi langsung terhadap pendapatan desa. Panut menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp10 juta pada 2027.
“Target kami, pada tahun 2027 bisa memberikan kontribusi PADes sebesar Rp10 juta,” kata Putut.
Bagi Tim TAPM Gunungkidul, perkembangan usaha melon Green House tersebut menjadi bagian penting dalam pendampingan penguatan ekonomi desa. Keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari kemampuan BUMDes membangun pasar, menghasilkan keuntungan, dan secara bertahap memberikan manfaat ekonomi bagi desa.
Dengan capaian dua kali panen sebesar Rp70,7 juta dan proyeksi Rp45 juta pada panen ketiga, BUMDes Mekar Jaya Sambirejo memiliki pijakan yang semakin kuat untuk mengembangkan usaha melon sebagai unit bisnis unggulan yang produktif dan berkelanjutan. (HSGK@2026)

0 Komentar