PLAYEN, Gunungkidul – Sebanyak 850 anggota Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dari 13 kalurahan di Kapanewon Playen mengikuti Gathering Kelompok SPP UPK Dana Bergulir Masyarakat (DBM) BUMKalma Satu Hati Playen-LKD, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang melibatkan 17 armada bus dan 214 unit VW Safari Borobudur ini bukan sekadar wisata bersama, melainkan menjadi media penguatan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kapasitas usaha bagi para penerima manfaat dana bergulir.
Rombongan dilepas secara resmi oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMKP2KB) Kabupaten Gunungkidul. Dalam arahannya, Bupati mengapresiasi prestasi BUMKalma Satu Hati Playen-LKD yang berhasil meraih Juara I BUMKalma Inspiratif Tingkat Nasional Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus menjaga semangat pemberdayaan masyarakat dan mempertahankan kualitas pengelolaan dana bergulir yang selama ini terbukti mampu menjaga tingkat tunggakan tetap rendah.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari tata kelola kelembagaan yang baik, komitmen pengurus, serta tingginya partisipasi kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dalam menjaga keberlanjutan dana bergulir.
"Prestasi ini patut kita syukuri dan banggakan bersama. Namun penghargaan bukanlah tujuan akhir. Justru setelah memperoleh pengakuan di tingkat nasional, BUMKalma Satu Hati harus terus melakukan evaluasi dan berinovasi agar mampu menjawab tantangan serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," ujar Bupati saat melepas rombongan peserta gathering.
Bupati menegaskan bahwa BUMKalma-LKD yang berasal dari transformasi UPK Eks PNPM Mandiri Perdesaan harus tetap menjaga jati dirinya sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keberadaan BUMKalma tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
"Yang harus terus dijaga adalah ruh pemberdayaannya. Dana bergulir bukan sekadar pinjaman, tetapi instrumen untuk mendorong tumbuhnya usaha masyarakat, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus membangun kemandirian ekonomi desa. Karena itu, hubungan baik antara BUMKalma dan kelompok pemanfaat harus terus dipelihara."
Bupati juga mengungkapkan bahwa kualitas pengelolaan BUMKalma Satu Hati tercermin dari tingkat pengembalian pinjaman yang sangat baik. Dari aset perguliran yang telah mencapai sekitar Rp17 miliar, nilai tunggakan hanya berkisar Rp11 juta, menunjukkan tingginya disiplin dan tanggung jawab para penerima manfaat dalam memenuhi kewajibannya.
Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak seluruh anggota kelompok SPP untuk terus mengembangkan usaha dan memanfaatkan layanan pembiayaan produktif yang disediakan BUMKalma. Ia mengingatkan masyarakat agar menghindari praktik pinjaman online ilegal maupun rentenir yang justru dapat membebani perekonomian keluarga.
"Mari kita manfaatkan keberadaan BUMKalma sebagai sahabat masyarakat dalam mengembangkan usaha. Jangan mudah tergiur pinjaman online ataupun rentenir. BUMKalma telah membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang profesional dan semangat gotong royong, dana bergulir mampu menjadi jalan bagi masyarakat untuk tumbuh, mandiri, dan semakin sejahtera."
Menurut Bupati, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, pendamping profesional, pengurus BUMKalma, dan kelompok SPP harus terus diperkuat agar keberhasilan BUMKalma Satu Hati Playen-LKD dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan BUMKalma-LKD lainnya di Kabupaten Gunungkidul maupun di tingkat nasional.
Direktur BUMKalma Satu Hati Playen-LKD, Supraptono, menjelaskan bahwa gathering merupakan agenda tahunan sebagai bentuk apresiasi kepada kelompok SPP sekaligus sarana memperkuat konsolidasi organisasi. Menurutnya, kekuatan BUMKalma tidak hanya ditentukan oleh aspek keuangan, tetapi juga oleh soliditas hubungan antara pengurus, pengelola, dan kelompok pemanfaat. Semangat "Nyawiji, Satu Hati, Saklawase" menjadi landasan untuk membangun organisasi yang profesional, berkelanjutan, dan mampu terus melayani masyarakat.
Penjelasan lebih mendalam disampaikan oleh Agus Dani Wahyudi, Manajer Dana Bergulir Masyarakat BUMKalma Satu Hati Playen-LKD. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang sebagai investasi sosial bagi keberlanjutan kelembagaan, bukan sekadar perjalanan rekreasi.
"Kami ingin para anggota melihat secara langsung bagaimana pelaku UMKM mampu berkembang melalui inovasi, kemitraan, dan pengelolaan usaha yang baik. Harapannya, pengalaman tersebut menjadi inspirasi untuk mengembangkan usaha produktif di masing-masing kelompok."
Menurut Agus Dani, gathering memiliki berbagai tujuan strategis, mulai dari memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan loyalitas anggota, menumbuhkan budaya gotong royong, memberikan apresiasi kepada kelompok berprestasi, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BUMKalma, hingga menjadi media evaluasi pelayanan secara informal. Kegiatan ini juga menjadi sarana branding lembaga sekaligus memperkenalkan berbagai layanan BUMKalma kepada masyarakat. Selain itu, wisata edukasi ke sentra UMKM di Borobudur diharapkan mampu membuka wawasan peserta mengenai pengembangan usaha, inovasi produk, pemasaran, dan kemitraan dengan sektor pariwisata.
Agus Dani Wahyudi menambahkan bahwa keberhasilan gathering tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan, tetapi juga dari meningkatnya partisipasi anggota setiap tahun. Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta gathering terus mengalami peningkatan sebagai bentuk apresiasi kepada kelompok-kelompok SPP yang aktif dan disiplin.
"Kami menargetkan setiap tahun jumlah peserta gathering terus bertambah. Kalau tahun ini sebanyak 850 peserta dengan 17 bus, maka tahun depan kami berharap bisa bertambah lagi. Selama ini penambahan peserta selalu kami upayakan minimal satu bus lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Itu menjadi indikator bahwa semakin banyak kelompok yang aktif, sehat, dan berprestasi."
Menurut Agus Dani, peningkatan jumlah peserta bukan sekadar mengejar kuantitas, tetapi merupakan bagian dari strategi pemberdayaan yang telah dibangun sejak masa UPK PNPM Mandiri Perdesaan dan terus dipertahankan setelah bertransformasi menjadi BUMKalma Satu Hati Playen-LKD.
"Melalui gathering seperti ini kami ingin menjaga marwah pemberdayaan masyarakat. Kelompok tidak hanya datang untuk menerima pinjaman, tetapi menjadi bagian dari keluarga besar BUMKalma. Kami ingin tumbuh rasa memiliki atau andarbeni terhadap lembaga ini. Kalau rasa memiliki sudah tumbuh, maka akan muncul tanggung jawab yang kuat untuk menjaga dana bergulir, memenuhi kewajiban angsuran tepat waktu, aktif dalam kelompok, dan bersama-sama memastikan manfaat dana bergulir dapat terus dirasakan oleh masyarakat lainnya."
Ia menegaskan bahwa keberhasilan BUMKalma Satu Hati selama ini tidak hanya tercermin dari aset perguliran yang telah mencapai sekitar Rp17 miliar dengan tingkat tunggakan yang sangat rendah, tetapi juga dari keberhasilannya membangun budaya organisasi yang menempatkan penerima manfaat sebagai mitra pemberdayaan. Menurutnya, pendekatan inilah yang menjadi fondasi lahirnya semangat "Nyawiji, Satu Hati, Saklawase", yaitu semangat kebersamaan, rasa memiliki, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan dana bergulir bagi generasi penerima manfaat berikutnya.
Selama kegiatan, peserta mengikuti outbound kebersamaan, mengunjungi sentra produksi rengginang, slondok, serta yangko dan moci, kemudian menyusuri kawasan Borobudur menggunakan VW Safari sebelum menutup kegiatan dengan acara keakraban di Tebing Breksi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar serta memberikan pengalaman belajar mengenai pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.
Kepala Bidang Pemberdayaan DPMKP2KB Kabupaten Gunungkidul, Khoiru Rahmad Widiyanto, menilai model gathering seperti ini merupakan pendekatan pemberdayaan yang patut diapresiasi karena menggabungkan pembelajaran, penguatan kelembagaan, dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat dalam satu kegiatan. Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan tidak cukup hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan, tetapi juga dari meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha dan memperkuat kerja sama kelompok.
Sementara itu, Ki Slamet, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan praktik baik (best practice) yang layak direplikasi oleh BUMKalma-LKD lainnya. Menurutnya, keberhasilan BUMKalma Satu Hati tidak hanya ditopang oleh besarnya aset yang dikelola, tetapi juga oleh kedekatan dengan kelompok pemanfaat, pembinaan yang berkelanjutan, serta kemampuan membangun kepercayaan masyarakat. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa dana bergulir akan terus berkembang apabila dikelola dengan prinsip pemberdayaan, pendampingan, dan kebersamaan.
Gathering yang diikuti ratusan perempuan pelaku usaha tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar perjalanan bersama. Di balik suasana penuh keakraban, kegiatan ini memperlihatkan bahwa BUMKalma Satu Hati Playen-LKD berhasil membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, penguatan kelembagaan, dan solidaritas sosial. Semangat "Nyawiji, Satu Hati, Saklawase" tidak hanya menjadi slogan, tetapi telah diwujudkan dalam kerja nyata yang menginspirasi pengembangan BUMKalma di berbagai daerah.
Pewarta : ki-slamet (tapm gunungkidul)
0 Komentar