Dari Teori ke Praktik, Bimtek Pengelolaan Keuangan BUM Desa Bekali TPP Gunungkidul Hadapi Tantangan di Lapangan



P3MD Gunungkidul – Penguatan kapasitas Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam mendampingi pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) terus dilakukan secara berkelanjutan. Memasuki angkatan keempat, Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan dan Pelaporan Keuangan BUM Desa kembali digelar di Kantor BUM Desa Harapan Pacarejo, Kapanewon Semanu, pada Senin (29/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) dari Kapanewon Semanu, Ponjong, Saptosari, dan Karangmojo. Bimtek menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendamping agar mampu memberikan pendampingan yang lebih efektif kepada pengelola BUM Desa, khususnya dalam aspek pengelolaan dan pelaporan keuangan.

Koordinator Kabupaten (Korkab) TPP Gunungkidul, Hery Santoso, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan memahami laporan keuangan BUM Desa telah menjadi kompetensi yang harus dimiliki setiap pendamping.

"Pendamping desa tidak cukup hanya memahami regulasi, tetapi juga harus mampu mendampingi praktik di lapangan. Ketika pengurus BUM Desa mengalami kesulitan menyusun laporan keuangan, pendamping harus hadir memberikan solusi. Karena itu, penguatan kapasitas seperti ini sangat penting agar kualitas pendampingan semakin meningkat," ujar Hery.

Sebagai fasilitator utama, Aris Nurkholis, M.Pd., selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul sekaligus PIC BUM Kal, menyampaikan materi secara bertahap, dimulai dari kebijakan penyusunan laporan keuangan BUM Desa sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 136 Tahun 2022.

Aris menjelaskan bahwa penyusunan laporan keuangan tidak dapat dipisahkan dari pemahaman terhadap konsep dasar akuntansi. Oleh sebab itu, peserta terlebih dahulu dibekali materi mengenai pengertian akuntansi, siklus akuntansi, persamaan akuntansi, klasifikasi akun, posisi debit dan kredit, hingga penyusunan laporan keuangan sesuai prinsip akuntansi.

"Akuntansi bukan sekadar mencatat angka, tetapi bagaimana setiap transaksi dapat menggambarkan kondisi usaha secara benar. Ketika konsep dasarnya dipahami, proses penyusunan laporan keuangan akan menjadi lebih mudah dan logis," jelas Aris.

Tidak berhenti pada penyampaian teori, peserta kemudian diajak mempraktikkan secara langsung penyusunan laporan keuangan menggunakan Aplikasi Laporan Keuangan BUM Desa berbasis Microsoft Excel yang dikembangkan oleh Kementerian Desa PDT bekerja sama dengan PKN STAN.

Dalam sesi praktik, Aris mendampingi peserta secara bertahap mulai dari pencatatan transaksi, penjurnalan, penyusunan buku besar, hingga menghasilkan laporan keuangan. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara perlahan agar setiap peserta benar-benar memahami alur penyusunan laporan keuangan sesuai prinsip akuntansi.

"Target saya sederhana. Setelah bimtek ini selesai, seluruh TPP sudah mampu menyusun laporan keuangan BUM Desa menggunakan prinsip-prinsip akuntansi dan nantinya mampu mendampingi pengurus BUM Desa di wilayah dampingannya masing-masing," tegas Aris.

Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh diskusi. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mengerjakan studi kasus yang menyerupai kondisi nyata yang sering dijumpai saat melakukan pendampingan di lapangan.

Berbagai masukan dan apresiasi disampaikan peserta pada akhir kegiatan. Totok Suharyadi, Pendamping Desa Kapanewon Ponjong, berharap pada pelatihan berikutnya materi praktik semakin diperkaya dengan berbagai variasi kasus.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat. Ke depan akan lebih baik jika ditambah variasi soal sesuai kondisi BUM Desa yang ada di lapangan sehingga kami semakin siap menghadapi berbagai persoalan saat mendampingi."

Sementara itu, Dwi Yunisanto Saputro, PLD Kapanewon Ponjong, menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pendamping.

"Materi ini sangat menambah ilmu dan menjadi bekal penting bagi pendamping ketika mendampingi penyusunan laporan keuangan BUM Desa di kalurahan."

Kesan positif juga disampaikan Ali Rosidin, Pendamping Desa Kapanewon Saptosari.

"Materinya sangat bagus dan bermanfaat untuk mendukung pengembangan BUM Desa."

Hal senada diungkapkan Indra Novianto, PLD Kapanewon Semanu, yang menyampaikan apresiasinya secara singkat namun penuh makna.

"Mantap betul."

Sementara Wiwi Tri Astuti, PLD Kapanewon Ponjong, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang sangat berguna dalam mendampingi pengelolaan keuangan BUM Desa.

Di sisi lain, Sardiyo, PLD Kapanewon Ponjong, berharap kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola BUM Desa di Kabupaten Gunungkidul.

Melalui Bimtek ini, para pendamping tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai regulasi dan teori akuntansi, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat langsung diterapkan saat mendampingi pengurus BUM Desa. Pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik diharapkan mampu menciptakan pendamping yang semakin kompeten, sehingga BUM Desa di Kabupaten Gunungkidul dapat mengelola keuangannya secara lebih profesional, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Bimtek ini menjadi penegas bahwa kualitas pendampingan tidak hanya dibangun melalui pemahaman teori, tetapi juga melalui kemampuan menerapkannya dalam praktik. Dengan bekal tersebut, TPP Gunungkidul diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan pendampingan BUM Desa di lapangan. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar