Pantai Slili, Purwodadi, Tepus, Gunungkidul — 19 September 2026. Sebanyak 143 pengurus dan karyawan BUMKalma-Lkd se-Kabupaten Gunungkidul mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas yang diselenggarakan oleh Forum Direktur BUMKalma-Lkd Gunungkidul, Sabtu (19/9/2026), bertempat di kawasan Pantai Slili, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 14.00 WIB tersebut diikuti oleh 16 dari 18 BUMKalma-Lkd yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Masing-masing BUMKalma-Lkd mengirimkan unsur pengelola yang terdiri atas Direktur, Sekretaris, Bendahara, Manajer dan karyawan.
Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi para pengelola BUMKalma-Lkd untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, sekaligus meningkatkan kapasitas dalam menghadapi tantangan pengelolaan usaha yang semakin kompleks.
Forum Direktur: Silaturahmi dan Menjaga Kekompakan
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar dari Ketua Forum Direktur BUMKalma-Lkd Gunungkidul, Drs. H. Wastana, yang juga merupakan Direktur BUMKalma Sumbarinten Ponjong-Lkd. Dalam pengantarnya, Wastana menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi kegiatan bersama di luar rutinitas pekerjaan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih kuat di antara para pengurus dan karyawan BUMKalma-Lkd se-Gunungkidul.
“Kegiatan hari ini merupakan sarana silaturahmi sekaligus untuk menjaga kekompakan pengurus dan karyawan BUMKalma-Lkd se-Gunungkidul,” ujar Wastana.
Menurutnya, kekompakan menjadi modal penting karena pengelolaan BUMKalma-Lkd tidak dapat dilakukan secara individual. Diperlukan komunikasi, koordinasi dan kebersamaan antarpengurus serta karyawan agar berbagai persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan secara bersama-sama.
Dinas PMKP2KB: Terus Maju dan Jangan Berhenti Berinovasi
Pesan penguatan juga disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas PMKP2KB Kabupaten Gunungkidul, yang dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Pejabat Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Arif Hanafi, SIP. Arif Hanafi menyampaikan pentingnya seluruh jajaran pengurus, manajer dan staf BUMKalma-Lkd terus mengembangkan lembaganya agar tujuan pembentukan BUMKalma-Lkd dapat diwujudkan secara nyata.
Ia mengajak seluruh peserta untuk memegang semangat “terus maju, pantang mundur, teteg ati lan ngati-ati, guyub rukun”.
“Dengan semangat terus maju, pantang mundur, teteg ati lan ngati-ati, serta guyub rukun, kita yakin BUMKalma-Lkd akan terus ngrembaka,” kata Arif Hanafi.
Ia kemudian menjabarkan makna dari semangat tersebut agar tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi prinsip dalam menjalankan organisasi dan usaha. Menurut Arif, maju terus berarti terus melakukan inovasi dan mengembangkan usaha. Pantang mundur berarti memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus berani melakukan perbaikan.
Sementara itu, profesional berarti BUMKalma-Lkd harus dikelola secara transparan, akuntabel dan berorientasi pada hasil. Mandiri berarti mampu mengembangkan potensi serta sumber daya yang dimiliki secara optimal. Sedangkan berkelanjutan berarti usaha yang dibangun mampu terus berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat.
“BUMKalma-Lkd harus terus maju dengan inovasi, tangguh menghadapi tantangan, profesional dalam pengelolaan, mandiri dalam mengembangkan potensi, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Empat Tahun Pasca Transformasi, Saatnya BUMKalma-Lkd Melakukan Evaluasi
Memasuki sesi peningkatan kapasitas, TAPM Gunungkidul, ki-slamet, S.Pd., S.H., mengajak seluruh peserta melakukan refleksi terhadap perjalanan BUMKalma-Lkd sejak transformasi UPK eks-PNPM-MPd menjadi BUMKalma-Lkd. Ia mengawali paparannya dengan pertanyaan mendasar mengenai tujuan transformasi tersebut.
“BUMKalma-Lkd ditransformasi dari UPK dengan misi mengembangkan bisnis BUMKalma. Pertanyaannya, apakah hari ini kita sudah benar-benar sesuai dengan tujuan transformasi tersebut?” ujarnya.
Menurutnya, pertanyaan tersebut penting karena transformasi kelembagaan tidak boleh hanya berhenti pada perubahan nama, bentuk kelembagaan maupun dokumen administratif. Transformasi harus tercermin dalam perubahan cara berpikir, cara mengelola organisasi, cara menjalankan bisnis dan kemampuan menciptakan manfaat bagi masyarakat.
Dalam situasi bisnis yang semakin sulit dan penuh persaingan, ia mengajak seluruh pengelola membiasakan diri melakukan evaluasi terhadap setiap langkah dan kebijakan yang ditetapkan.
“Mari kita biasakan melakukan evaluasi setiap langkah dan kebijakan yang kita tetapkan dan jalankan. Kita perlu mengukur seberapa efektif setiap kebijakan tersebut mampu mewujudkan tujuan bisnis BUMKalma-Lkd,” katanya.
Empat Tahun Perjalanan Menjadi Momentum Evaluasi Menyeluruh
Ki-slamet juga mengingatkan bahwa pada akhir tahun 2026 perjalanan BUMKalma-Lkd hasil transformasi UPK telah memasuki sekitar tahun keempat. Momentum tersebut dinilai tepat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Evaluasi diperlukan untuk mengetahui posisi kelembagaan saat ini, melihat kondisi usaha secara objektif, serta menentukan langkah perbaikan yang diperlukan ke depan.
“Akhir tahun ini kita sudah memasuki usia keempat pasca transformasi UPK menjadi BUMKalma-Lkd. Saatnya kita melakukan evaluasi dari segala kebijakan dan pengaturan untuk mengetahui kita berada di posisi mana dan kondisi kita seperti apa,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa evaluasi bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan adanya perbaikan dari waktu ke waktu.
“Evaluasi ini kita niatkan untuk memastikan hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” tegasnya.
BUMKalma-Lkd Tidak Hanya Berbisnis, tetapi Juga Memiliki Misi Pemberdayaan
Dalam paparannya, ki-slamet juga mengingatkan bahwa keberadaan BUMKalma-Lkd tidak semata-mata berorientasi pada kegiatan bisnis. Salah satu misi penting BUMKalma-Lkd adalah pemberdayaan masyarakat. Karena itu, keberadaan BUMKalma-Lkd diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraannya.
Ia mengajak Forum Direktur BUMKalma-Lkd untuk melihat kebutuhan masyarakat Gunungkidul secara lebih luas. Salah satunya adalah persoalan kebutuhan dasar masyarakat yang masih dihadapi sebagian warga.
“Kondisi masyarakat Gunungkidul hari ini masih ada yang kesulitan mendapatkan air. Kiranya forum BUMKalma-Lkd perlu mempertimbangkan untuk memperhatikan mereka, sehingga kita dapat menjadi khairunnas anfa'uhum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus mengajak BUMKalma-Lkd untuk memperluas perspektif dalam mengembangkan usaha. Bisnis tetap harus sehat dan berkelanjutan, tetapi pada saat yang sama keberadaan BUMKalma-Lkd juga diharapkan dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Menghadapi Perubahan Kebijakan dan Tantangan Bisnis
Tantangan lain yang disampaikan dalam sesi peningkatan kapasitas adalah perubahan lingkungan regulasi yang berpengaruh terhadap kegiatan usaha BUMKalma-Lkd. Ki-slamet mengingatkan bahwa pengelola perlu mencermati berbagai ketentuan baru yang berpotensi memengaruhi operasional dan keuangan BUMKalma-Lkd, termasuk ketentuan perpajakan.
Ia mencontohkan PP Nomor 20 Tahun 2026 yang mulai berlaku pada April 2026 sebagai salah satu perkembangan regulasi yang perlu dicermati dan dipahami oleh pengelola BUMKalma-Lkd.
“Banyak ketentuan baru yang perlu kita cermati. Saya melihat ada ketentuan yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat berpengaruh terhadap BUMKalma-Lkd, di antaranya kebijakan perpajakan dan ketentuan lainnya,” katanya.
Menurutnya, kemampuan memahami perubahan lingkungan usaha dan regulasi menjadi bagian dari profesionalisme pengelolaan BUMKalma-Lkd.
Penguatan Kelembagaan Menjadi Kunci Keberlanjutan
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keberlanjutan bisnis BUMKalma-Lkd. Keberlanjutan tidak dapat hanya mengandalkan semangat pengurus, tetapi membutuhkan sistem kelembagaan yang kuat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan peninjauan dan penguatan terhadap berbagai perangkat kelembagaan, termasuk Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, serta SOP.
“Bisnis BUMKalma-Lkd sangat membutuhkan keberlanjutan. Kita yang berada dalam sistem ini perlu memikirkan sebuah sistem yang mampu menjamin keberlanjutan BUMKalma-Lkd di tengah persaingan bisnis yang semakin berat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa AD, ART dan SOP perlu benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan lembaga dan kondisi nyata di lapangan.
“Salah satu yang bisa kita lakukan adalah penguatan sistem kelembagaan melalui AD, ART dan SOP yang benar-benar sesuai kebutuhan lembaga. Saatnya kita meninjau kembali apakah sistem yang kita miliki hari ini masih relevan dengan kebutuhan BUMKalma-Lkd ke depan,” tambahnya.
Membangun Gunungkidul melalui Kebersamaan
Di bagian akhir sesi peningkatan kapasitas, ki-slamet mengajak seluruh pengurus dan karyawan memperkuat kebersamaan. Menurutnya, BUMKalma-Lkd memiliki posisi strategis dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di tingkat kalurahan. Karena itu, kekuatan jaringan dan kebersamaan antarlembaga menjadi modal yang penting untuk menghadapi tantangan ke depan.
“Mari kita kuatkan kebersamaan untuk membangun Gunungkidul yang mandiri dan sejahtera,” ajaknya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Forum Direktur BUMKalma-Lkd tidak hanya dibutuhkan sebagai wadah komunikasi, tetapi juga sebagai ruang untuk berbagi pengalaman, belajar bersama, membangun jejaring dan merumuskan langkah-langkah pengembangan BUMKalma-Lkd ke depan.
Outbound: Membangun Keakraban dan Kekompakan
Setelah sesi pembukaan dan peningkatan kapasitas, seluruh peserta mengikuti kegiatan outbound yang dirancang untuk membangun keakraban dan kekompakan antarpengurus serta karyawan BUMKalma-Lkd se-Gunungkidul. Kegiatan outbound dipandu oleh sejumlah instruktur yang dipilih oleh Forum Direktur BUMKalma-Lkd Gunungkidul. Para instruktur berasal dari kalangan pengurus BUMKalma-Lkd yang telah memiliki pengalaman dalam memandu kegiatan serupa.
Melalui berbagai aktivitas kelompok, peserta diajak membangun komunikasi, kerja sama, kepercayaan dan kekompakan. Suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting karena pengelolaan BUMKalma-Lkd membutuhkan kerja tim yang kuat. Setiap unsur pengelola memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda, tetapi semuanya harus bergerak dalam satu tujuan kelembagaan.
Direktur BUMKalma Mekarsari Tepus: Kegiatan Sangat Penting dan Bermanfaat
Salah seorang peserta, Direktur BUMKalma Mekarsari Tepus-Lkd, Drs. Sukismiyono, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan Forum Direktur BUMKalma-Lkd Gunungkidul tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang besar karena tidak hanya memberikan ruang untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga melatih kekompakan antarpengurus dalam mengelola lembaga.
“Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat untuk melatih kekompakan pengurus dalam mengelola dan mengembangkan BUMKalma-Lkd di Gunungkidul,” ujar Sukismiyono.
Ia menilai kegiatan bersama antarpengelola BUMKalma-Lkd juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk saling berinteraksi, berbagi pengalaman dan membangun komunikasi yang lebih baik.
“Dengan kegiatan seperti ini kita bisa saling mengenal, saling belajar dan saling menguatkan. Harapannya, kekompakan yang terbangun tidak berhenti dalam kegiatan ini, tetapi dapat dibawa kembali ke lembaga masing-masing untuk memperkuat pengelolaan BUMKalma-Lkd,” tambahnya.
Menyatukan Langkah untuk BUMKalma-Lkd yang Semakin Ngrembaka
Kegiatan peningkatan kapasitas pengurus dan karyawan BUMKalma-Lkd se-Gunungkidul tersebut akhirnya bukan sekadar kegiatan kebersamaan di kawasan Pantai Slili. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama mengenai perjalanan BUMKalma-Lkd setelah transformasi kelembagaan, tantangan bisnis yang semakin kompleks, pentingnya evaluasi, penguatan kelembagaan, peningkatan profesionalisme, serta perlunya menjaga misi pemberdayaan masyarakat.
Kehadiran 16 BUMKalma-Lkd dengan 143 peserta menunjukkan bahwa kebersamaan menjadi modal penting dalam membangun jaringan BUMKalma-Lkd di Gunungkidul. Dari Pantai Slili, semangat bersama itu kembali diteguhkan: terus maju, pantang mundur, teteg ati lan ngati-ati, profesional, mandiri, berkelanjutan dan guyub rukun.
Dengan kebersamaan tersebut, BUMKalma-Lkd diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan dan persaingan usaha, tetapi juga terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.
Pada akhirnya seluruh peserta telah memperkuat tekatnya untuk mewujudkan BUMKalma-Lkd yang terus bergerak. Bersama untuk tumbuh, bersama untuk berkembang, dan bersama membangun Gunungkidul yang mandiri dan sejahtera.
0 Komentar