P3MD Gunungkidul - Perpisahan tidak selalu berarti akhir dari sebuah perjalanan. Bagi Arif Prabowo, perpisahan dengan keluarga besar Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gunungkidul justru menjadi penanda dimulainya babak baru dalam pengabdiannya kepada masyarakat.
Setelah bertahun-tahun menjalankan tugas sebagai Pendamping Desa di Kapanewon Rongkop, Arif kini kembali lebih dekat dengan masyarakat. Ia terpilih sebagai Dukuh Ploso, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, melalui seleksi yang digelar pada 8 Juli 2026.
Amanah tersebut kemudian resmi disandang Arif setelah dilantik pada 4 Agustus 2026.
Senin, 14 September 2026, suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di kediaman Arif di Pedukuhan Ploso, Kalurahan Semugih. Di tempat itulah Arif bertemu dengan rekan-rekannya dari TPP Kabupaten Gunungkidul dalam sebuah kesempatan perpisahan.
Bukan sekadar pertemuan untuk mengakhiri masa tugas, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Arif untuk mengenang perjalanan yang telah dilalui bersama.
Dengan penuh kerendahan hati, Arif menyampaikan terima kasih kepada seluruh TPP Kabupaten Gunungkidul yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
"Terima kasih kepada seluruh TPP Kabupaten Gunungkidul atas kebersamaannya selama ini. Mohon maaf atas segala kesalahan saya selama menjalankan tugas," ujar Arif.
Kalimat tersebut sederhana. Namun, bagi mereka yang pernah bekerja dan berproses bersama Arif, pesan itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan perpisahan dari seorang rekan yang kini menempuh jalan pengabdian berbeda.
Selama menjadi Pendamping Desa, Arif tidak hanya berhadapan dengan pekerjaan administratif dan program pembangunan. Ia juga bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat, Pemerintah Kalurahan, serta berbagai persoalan yang muncul dalam proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kalurahan.
Pengalaman itu kini menjadi bagian dari bekalnya sebagai Dukuh Ploso.
Jika sebelumnya Arif hadir sebagai pendamping yang berada di luar struktur Pemerintah Kalurahan dan bertugas mendorong, memfasilitasi, serta mendampingi proses pembangunan desa, kini ia berada di dalam pemerintahan kalurahan dengan tanggung jawab yang berbeda.
Sebagai Dukuh, Arif akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang dilayaninya setiap hari. Ia bukan lagi sekadar mendampingi proses pembangunan, tetapi turut menjadi bagian dari proses tersebut.
Dari mendampingi desa, kini ia mengabdi di kampung sendiri.
Perubahan peran itu tentu bukan perkara sederhana. Namun, pengalaman selama menjadi Pendamping Desa memberi Arif modal sosial dan pemahaman tentang bagaimana pembangunan seharusnya hadir dan dirasakan masyarakat.
Bagi keluarga besar TPP Gunungkidul, kepergian Arif juga bukan semata kehilangan seorang rekan kerja. Ada kenangan, pengalaman, diskusi, canda, dan perjuangan yang telah dilalui bersama.
Kini, Arif memilih jalan pengabdian yang berbeda. Ia pulang ke Ploso, membawa pengalaman dari perjalanan panjangnya sebagai Pendamping Desa.
Di tempat ia dilantik sebagai Dukuh, ia akan memulai cerita baru—lebih dekat dengan masyarakat, lebih dekat dengan persoalan warga, dan dengan tanggung jawab yang tidak kalah besar.
Perpisahan itu pun akhirnya bukan tentang meninggalkan pengabdian, melainkan tentang melanjutkan pengabdian melalui jalan yang berbeda.
Selamat mengemban amanah baru, Arif Prabowo. Dari pendamping desa, kini menjadi bagian dari desa yang didampingi.

0 Komentar