P3MD Gunungkidul - Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMK2PS) DIY menggandeng Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) untuk mengembangkan Pepadhang BUMKal, sebuah platform yang dirancang untuk memperkuat pembelajaran, pendampingan, dan pembinaan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal).
Rencana pengembangan tersebut disampaikan Andriyan Muryanto, SH., MA., Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Kelurahan, dalam Rapat Koordinasi antara Dinas PMKKPS DIY dan Tim TAPM, Jumat (18/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Manggala Praja Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil DIY.
Pepadhang BUMKal dikembangkan dengan pendekatan pengetahuan, data, teknologi, dan kolaborasi. Platform ini diarahkan untuk membangun sistem pendampingan dan pembinaan BUMKal yang terintegrasi sehingga proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
Himpun Pengetahuan Pembinaan BUMKal
Salah satu bagian penting dalam konsep Pepadhang adalah Knowledge Base, yang berfungsi sebagai repositori pengetahuan organisasi. Berbagai sumber pengetahuan tentang BUMKal akan dihimpun dan dikelola secara sistematis.
Pengetahuan tersebut mencakup regulasi, kelembagaan, tata kelola, legalitas, keuangan, kerja sama, monitoring dan evaluasi, pengembangan usaha, praktik baik, lesson learned, serta FAQ dan hasil konsultasi. Selain dokumen formal, Pepadhang juga dirancang untuk merekam pengetahuan dan pengalaman pembina, pendamping, serta pengelola BUMKal.
Proses pengelolaan pengetahuan dilakukan melalui tahapan penghimpunan, kurasi dan klasifikasi, pengelolaan repositori, hingga penyediaan pengetahuan sebagai sumber referensi. Dengan demikian, pengalaman dan pengetahuan yang selama ini tersebar di berbagai pihak dapat terdokumentasi dan dimanfaatkan kembali dalam proses pembinaan.
Hadirkan AI Assistant Pepadhang
Inovasi lain yang disiapkan dalam Pepadhang adalah AI Assistant Pepadhang BUMKal. Fitur ini dirancang sebagai asisten virtual cerdas berbasis knowledge base yang dapat membantu pengguna memperoleh informasi dan referensi terkait pembinaan BUMKal.
Dalam rancangan yang dipaparkan, AI Assistant bekerja dengan memahami pertanyaan pengguna, menelusuri informasi pada Knowledge Base, menghasilkan jawaban, kemudian menyusun rekomendasi. Fitur yang disiapkan antara lain konsultasi cerdas, pencarian dokumen, analisis dan rekomendasi, panduan langkah, serta pembaruan pengetahuan.
AI Assistant juga diarahkan untuk membantu mengidentifikasi dokumen yang dibutuhkan dalam berbagai kebutuhan pembinaan, termasuk aspek kelembagaan, manajemen, usaha, kerja sama, aset dan permodalan, administrasi dan laporan keuangan, serta keuntungan dan manfaat bagi desa dan masyarakat.
Terintegrasi dengan Dashboard SINKAL
Pepadhang juga dirancang terhubung dengan Dashboard Pembinaan BUMKal pada SINKAL DIY. Integrasi ini diarahkan untuk menggabungkan data, pengetahuan, dan analisis sebagai dasar pembinaan yang lebih terarah.
Dashboard tersebut memuat sejumlah informasi penting mengenai kondisi BUMKal, antara lain profil, kelembagaan, manajemen, usaha atau unit usaha, kemitraan, aset dan permodalan, administrasi, keuangan dan akuntabilitas, serta keuntungan dan manfaat bagi desa dan masyarakat.
Data yang terkumpul kemudian dapat digunakan untuk melakukan analisis kondisi dan kesenjangan, menentukan aspek yang menjadi prioritas pembinaan, menyusun rekomendasi dan tindak lanjut, serta memantau perkembangan pembinaan BUMKal.
Pendekatan berbasis data ini sejalan dengan sistem pemeringkatan BUMKal berbasis evidence based yang dilakukan melalui validasi berjenjang.
TAPM Didorong Menjadi Bagian dari Ekosistem Pengetahuan
Kolaborasi dengan TAPM menjadi bagian penting dalam pengembangan Pepadhang. Pengalaman para pendamping dalam melakukan fasilitasi, monitoring, konsultasi, dan pemecahan permasalahan BUMKal dapat menjadi sumber pengetahuan yang memperkaya sistem.
Melalui fitur Knowledge Sharing, pengetahuan tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai format, mulai dari modul pembelajaran, video, podcast, regulasi, studi kasus, hingga forum diskusi.
Konsep ini membuka ruang pembelajaran bersama antara pemerintah daerah, TAPM, pendamping, pengelola BUMKal, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan ekonomi kalurahan.
Menuju Pembinaan BUMKal yang Lebih Adaptif
Pengembangan Pepadhang BUMKal menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan BUMKal dan kelembagaan ekonomi kalurahan. Dalam paparan, penguatan BUMKal ditempatkan sebagai bagian dari komitmen menuju kemandirian ekonomi kalurahan, dengan salah satu arah pengembangannya adalah peningkatan jumlah kalurahan yang memiliki BUMKal kategori maju.
Melalui Pepadhang, pembinaan diharapkan tidak lagi hanya bertumpu pada pelaksanaan kegiatan tatap muka, tetapi diperkuat dengan sistem pengetahuan yang terdokumentasi, data yang terintegrasi, dukungan teknologi AI, serta mekanisme berbagi pengalaman dan praktik baik.
Pengembangan platform tersebut sekaligus menjadi langkah untuk membangun budaya belajar dalam ekosistem BUMKal. Pengetahuan yang diperoleh dari proses pendampingan dapat terus diperbarui, dibagikan, dan digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan pembinaan.
Dengan kolaborasi Dinas PMK2PS DIY dan TAPM, Pepadhang BUMKal diharapkan menjadi instrumen pendukung pembinaan yang mampu menghadirkan rekomendasi lebih cepat, tepat, dan berbasis data, sekaligus mendorong penguatan tata kelola, kelembagaan, dan pengembangan usaha BUMKal secara berkelanjutan. (ANK)

0 Komentar