Saatnya Bangkit! BUMKal Mandiri Siraman Perkuat Tata Kelola, Siap Kembali Menjadi Mesin Penggerak Ekonomi Kalurahan



P3MD Gunungkidul – Tekad untuk membangkitkan kembali Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Mandiri Siraman semakin menguat. Semangat itu mengemuka dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelola BUMKal yang digelar di Pendopo Balai Kalurahan Siraman, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan tata kelola agar BUMKal mampu kembali menjalankan perannya sebagai mesin penggerak ekonomi Kalurahan Siraman.

Pelatihan diikuti seluruh jajaran pengelola BUMKal Mandiri Siraman, termasuk pengelola unit usaha Pengelolaan Sampah dan SPAMDes. Turut hadir Pengawas BUMKal, Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal), Lurah beserta pamong kalurahan, serta Pendamping Desa yang selama ini mendampingi pengembangan kelembagaan dan usaha di tingkat kalurahan.

Hadir sebagai narasumber, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, Hery Santoso dan Aris Nurkholis. Keduanya memberikan penguatan mengenai tata kelola BUMKal yang profesional, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam paparannya, Aris Nurkholis menegaskan bahwa keberhasilan sebuah BUMKal tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi usaha, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan keuangannya. Karena itu, pengurus harus memahami prinsip-prinsip dasar akuntansi sebagai fondasi dalam menyusun laporan keuangan yang akuntabel.

Ia menjelaskan berbagai kebijakan pengelolaan keuangan BUMKal, mulai dari mekanisme pencatatan transaksi di masing-masing unit usaha hingga penyusunan laporan keuangan secara konsolidasi di tingkat BUMKal.

"Setiap unit usaha harus memiliki administrasi dan pencatatan keuangan yang tertib. Selanjutnya seluruh laporan tersebut dikonsolidasikan menjadi laporan keuangan BUMKal. Dengan tata kelola yang baik, pengurus akan lebih mudah melakukan evaluasi, mengambil keputusan bisnis, sekaligus mempertanggungjawabkan pengelolaan usaha kepada pemerintah kalurahan dan masyarakat," jelas Aris.

Sementara itu, Hery Santoso yang juga Koordinator Kabupaten (Korkab) Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gunungkidul memaparkan berbagai catatan dan rekomendasi hasil pembinaan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta terkait pengelolaan BUMKal di Kabupaten Gunungkidul.

Menurut Hery, masih terdapat sejumlah aspek tata kelola yang perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari penguatan kelembagaan, penyempurnaan administrasi, peningkatan kualitas pelaporan keuangan, hingga penguatan sistem pengendalian internal. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi BUMKal Mandiri Siraman dalam melakukan pembenahan secara menyeluruh.

"BUMKal harus dikelola dengan prinsip profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha. Penguatan tata kelola menjadi langkah penting agar BUMKal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat kalurahan," ujar Hery.

Pelatihan yang dimulai pukul 13.00 WIB itu berlangsung dinamis hingga pukul 16.30 WIB. Peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan usaha, administrasi, hingga penyusunan laporan keuangan. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan adanya komitmen kuat dari seluruh unsur BUMKal untuk terus belajar dan melakukan perbaikan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal transformasi BUMKal Mandiri Siraman menuju tata kelola yang lebih baik. Dengan dukungan pemerintah kalurahan, Bamuskal, pendamping desa, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, BUMKal Mandiri Siraman diharapkan mampu kembali tumbuh sebagai lembaga ekonomi desa yang sehat, profesional, dan menjadi mesin penggerak pembangunan ekonomi Kalurahan Siraman. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar