BUMKal Sekar Lestari Girisekar Standarisasi Laporan Keuangan melalui Aplikasi PPAK BUM Desa



P3MD Gunungkidul - BUMKal Sekar Lestari Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, terus melakukan pembenahan tata kelola, khususnya dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan. Langkah tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas yang sekaligus menjadi momentum untuk melakukan standardisasi laporan keuangan BUMKal menggunakan Aplikasi PPAK BUM Desa berbasis Excel (offline) yang dikembangkan oleh PKN STAN.

Pelatihan digelar pada Senin (31/8/2026) di Balai Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, dan diikuti oleh seluruh pengurus BUMKal Sekar Lestari. Kegiatan tersebut menghadirkan Aris Nurkholis, M.Pd., Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul yang membidangi BUMKal, sebagai narasumber.

Dalam kegiatan tersebut, Aris tidak hanya memberikan pemahaman mengenai teori penyusunan laporan keuangan BUMKal berbasis akuntansi, tetapi juga mengajak seluruh peserta melakukan praktik secara langsung menggunakan aplikasi PPAK BUM Desa.

Menurut Aris, standardisasi laporan keuangan menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola BUMKal yang profesional. Laporan keuangan tidak semestinya hanya dipandang sebagai kewajiban administrasi, tetapi harus menjadi instrumen bagi pengurus untuk mengetahui kondisi keuangan dan kinerja usaha secara objektif.

“Laporan keuangan berbasis akuntansi memberikan gambaran yang lebih utuh tentang posisi keuangan dan kinerja BUMKal. Karena itu, pengurus harus memahami logika akuntansinya, bukan hanya sekadar bisa mengisi aplikasi,” ujar Aris.

Ia menjelaskan, penggunaan aplikasi PPAK BUM Desa berbasis Excel (offline) diharapkan dapat membantu pengurus BUMKal menyusun laporan keuangan secara lebih sistematis, terstandar, dan mudah ditelusuri. Aplikasi tersebut menjadi alat bantu agar proses pencatatan transaksi hingga penyajian laporan keuangan dapat dilakukan dengan alur yang lebih terstruktur.

“Dalam pelatihan ini saya sengaja tidak hanya menjelaskan teori. Setelah memahami konsep dasar seperti transaksi, akun, debit-kredit, jurnal, dan proses pembentukan laporan keuangan, peserta langsung kita ajak praktik. Dengan begitu, mereka bisa melihat hubungan antara transaksi yang terjadi di lapangan dengan laporan keuangan yang dihasilkan,” jelasnya.

Belajar dari Transaksi hingga Laporan Keuangan

Praktik penyusunan laporan keuangan dilakukan dengan menggunakan contoh transaksi yang relevan dengan aktivitas BUMKal. Peserta diarahkan untuk memahami bagaimana sebuah transaksi dicatat dan bagaimana pencatatan tersebut pada akhirnya memengaruhi laporan keuangan.

Menurut Aris, pemahaman tersebut penting agar pengurus tidak bergantung sepenuhnya pada aplikasi.

“Aplikasi hanyalah alat. Yang paling penting adalah pemahaman pengurus terhadap transaksi dan proses akuntansinya. Kalau konsepnya sudah dipahami, penggunaan aplikasi akan menjadi lebih mudah dan hasil laporan yang dihasilkan juga dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ia berharap setelah pelatihan, BUMKal Sekar Lestari dapat mulai menerapkan pola pencatatan dan pelaporan yang lebih seragam sehingga tersedia informasi keuangan yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

“Harapannya, setelah ini ada konsistensi. Setiap transaksi dicatat, bukti transaksi tertib, proses pembukuan berjalan, dan pada akhirnya laporan keuangan dapat disusun secara periodik. Dengan laporan yang baik, pengurus bisa mengetahui usaha mana yang sehat, mana yang perlu diperbaiki, dan bagaimana menentukan strategi pengembangan usaha,” tambah Aris.

Pengurus Sambut Positif

Salah satu pengurus BUMKal Sekar Lestari, Hendi Prihantono, menyambut positif pelatihan tersebut. Menurutnya, praktik langsung menggunakan aplikasi memberikan pengalaman yang lebih mudah dipahami dibandingkan hanya menerima materi secara teoritis.

“Selama ini kami memahami bahwa laporan keuangan itu penting, tetapi masih perlu memperkuat pemahaman bagaimana menyusunnya dengan standar akuntansi yang benar. Dengan praktik langsung menggunakan aplikasi PPAK BUM Desa, kami jadi lebih memahami alurnya, dari transaksi sampai menjadi laporan keuangan,” ujar Hendi.

Ia menilai penggunaan aplikasi berbasis Excel secara offline juga cukup membantu karena dapat digunakan dengan perangkat yang sudah tersedia tanpa bergantung pada koneksi internet.

“Yang menarik bagi kami adalah langsung praktik. Kami bisa mencoba sendiri dan melihat bagaimana pencatatan transaksi menghasilkan laporan. Ini tentu menjadi bekal bagi kami untuk memperbaiki administrasi dan laporan keuangan BUMKal Sekar Lestari,” tambahnya.

Hendi berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan satu hari, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penerapan secara konsisten dalam pengelolaan keuangan BUMKal.

“Kami berharap setelah pelatihan ini kami bisa lebih tertib dalam mencatat transaksi dan menyusun laporan. Dengan laporan yang lebih baik, kami juga lebih mudah mengetahui kondisi BUMKal dan mengambil keputusan untuk pengembangan usaha,” katanya.

Mendorong Tata Kelola BUMKal yang Akuntabel

Pelatihan standardisasi laporan keuangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola BUMKal Sekar Lestari. Penggunaan aplikasi PPAK BUM Desa berbasis Excel (offline) memberikan alternatif alat bantu bagi pengurus untuk membangun sistem pencatatan keuangan yang lebih terstruktur.

Dengan meningkatnya kapasitas pengurus, diharapkan laporan keuangan BUMKal tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi mampu menjadi sumber informasi penting dalam mengukur kinerja, mengevaluasi usaha, serta menyusun strategi pengembangan BUMKal ke depan.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen BUMKal Sekar Lestari untuk membangun pengelolaan kelembagaan dan keuangan yang tertib, transparan, akuntabel, dan profesional, sehingga keberadaan BUMKal dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi Kalurahan Girisekar dan masyarakat. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar