WONOSARI, 21 Agustus 2026 — Pemerintah Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Kalurahan untuk memperkuat kapasitas Pemerintah Kalurahan dan Tim Penyusun RKP Kalurahan dalam menyiapkan dokumen perencanaan pembangunan tahun 2027 yang berkualitas, partisipatif, transparan, akuntabel, dan berbasis data.
Kegiatan diikuti oleh Pemerintah Kalurahan Wonosari, Tim Penyusun RKP Kalurahan, Pendamping Desa (PD), serta Pendamping Lokal Desa (PLD) Kapanewon Wonosari. Materi Bimtek menekankan bahwa perencanaan pembangunan harus berangkat dari data yang valid, identifikasi masalah dan potensi, penetapan prioritas, hingga penyusunan program dan kegiatan yang memiliki indikator serta hasil yang terukur.
Hery Santoso TAPM Kabupaten Gunungkidul menegaskan bahwa kualitas perencanaan sangat ditentukan oleh kualitas data dan ketepatan analisis. “Data yang baik menghasilkan perencanaan yang tepat. Karena itu, gunakan data, analisis masalah, tentukan prioritas, rencanakan kegiatan, laksanakan, dan evaluasi,” menjadi pesan utama dalam materi Bimtek. Pendekatan tersebut diarahkan agar setiap program pembangunan memiliki dasar kebutuhan yang jelas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam penyusunan RKP Kalurahan 2027, Tim Penyusun juga didorong memastikan adanya keterkaitan antara data, masalah, prioritas, program, anggaran, indikator, dan hasil. RKP Kalurahan tidak hanya diposisikan sebagai dokumen administratif, tetapi sebagai instrumen untuk menerjemahkan kebutuhan masyarakat menjadi agenda pembangunan yang terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Materi Bimtek juga menggarisbawahi pentingnya sinkronisasi RKP Kalurahan dengan prioritas pembangunan nasional, DIY, dan Kabupaten Gunungkidul, tanpa menghilangkan kebutuhan dan karakteristik lokal. Delapan bidang prioritas yang menjadi ruang kontribusi kalurahan meliputi pertumbuhan ekonomi inklusif, SDM unggul dan produktif, infrastruktur berkualitas, ketahanan pangan, lingkungan dan perubahan iklim, pengentasan kemiskinan, tata kelola pemerintahan, serta pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Lurah Wonosari Tumijo menyampaikan harapan agar pelaksanaan tugas Tim Penyusun RKP Kalurahan dapat dilakukan secara serius, kolaboratif, dan bertanggung jawab. “Kami berharap Tim Penyusun RKP Kalurahan dapat bekerja secara optimal, menggali kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara objektif, menggunakan data sebagai dasar perencanaan, serta mampu menyusun RKP Kalurahan 2027 yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung arah pembangunan Kalurahan Wonosari,” demikian harapan Lurah Wonosari.
Pelaksanaan Bimtek diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama antara Pemerintah Kalurahan, Tim Penyusun RKP, masyarakat, serta Pendamping Desa dan PLD. Dengan proses perencanaan yang partisipatif dan berbasis data, RKP Kalurahan 2027 diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih tepat sasaran, efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada akhirnya, kualitas RKP Kalurahan tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumen, tetapi dari sejauh mana perencanaan tersebut mampu menghubungkan data dan kebutuhan masyarakat dengan prioritas, program, anggaran, serta hasil pembangunan yang nyata. (HSGK2026)

0 Komentar