Pendampingan BUMKal Ngalang: Dari Laporan Keuangan hingga Peran Kepenasihatan



P3MD Gunungkidul – Upaya peningkatan kapasitas Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) terus dilakukan secara berkelanjutan. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul bersama Pendamping Desa melaksanakan kegiatan pendampingan kepada BUMKal Sejahtera Kalurahan Ngalang yang difokuskan pada penguatan pelaporan keuangan, tata kelola kelembagaan, serta evaluasi progres pelaksanaan program ketahanan pangan (Ketapang).

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2026, bertempat di ruang rapat Kalurahan Ngalang. Hadir dalam kegiatan ini Aris Nurkholis selaku TAPM Kabupaten Gunungkidul, Tika Susanti sebagai Pendamping Desa (PD), serta Agus Suranto selaku Pendamping Lokal Desa (PLD). Dari pihak BUMKal Sejahtera, turut hadir Direktur dan Sekretaris, serta kegiatan ini juga dihadiri oleh Lurah Ngalang.

Pendampingan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan yang tidak hanya menekankan aspek administratif, tetapi juga mendorong pengelolaan usaha BUM Desa yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Dalam sesi pembinaan, TAPM memberikan arahan teknis terkait penyusunan laporan keuangan BUMKal agar sesuai dengan standar yang berlaku. Penataan administrasi keuangan, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan periodik, menjadi perhatian utama guna memastikan akuntabilitas pengelolaan usaha.

“Pelaporan keuangan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk membaca kesehatan usaha BUMKal. Dari laporan yang baik, pengurus dapat mengambil keputusan yang tepat dan terukur,” disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Selain aspek keuangan, pendampingan juga menyoroti tata kelola kelembagaan BUMKal. Evaluasi dilakukan terhadap struktur organisasi, pembagian tugas pengelola, serta kelengkapan dokumen legalitas dan operasional. Salah satu hal penting yang mengemuka dalam diskusi adalah perlunya memunculkan pelaksana fungsi kepenasihatan dalam struktur BUMKal.

Hal ini disampaikan sebagai respons atas padatnya aktivitas Lurah, sehingga diperlukan peran tambahan yang dapat menjalankan fungsi kepenasihatan secara lebih optimal. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif pamong kalurahan dalam melakukan pembinaan terhadap BUMKal.

Lurah Ngalang menyampaikan harapannya agar ke depan fungsi kepenasihatan tidak hanya bersifat formal, tetapi benar-benar berjalan efektif dalam memberikan arahan, pengawasan, dan dukungan terhadap pengembangan usaha BUMKal.

Tidak kalah penting, kegiatan ini juga diisi dengan evaluasi progres pelaksanaan program Ketapang yang dijalankan oleh BUMKal Sejahtera. Evaluasi difokuskan pada capaian kegiatan, kendala yang dihadapi, serta peluang pengembangan ke depan agar program dapat memberikan dampak yang lebih optimal bagi masyarakat.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program Ketapang telah berjalan, namun masih memerlukan penguatan dalam aspek perencanaan usaha, manajemen distribusi, serta optimalisasi potensi lokal.

Pendamping Desa menegaskan bahwa proses pendampingan akan terus dilakukan secara intensif guna memastikan setiap kendala dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi. Sinergi antara TAPM, Pendamping Desa, pemerintah kalurahan, dan pengelola BUMKal menjadi kunci dalam mendorong BUMKal agar mampu berkembang dan berdaya saing.

Melalui pendampingan ini, diharapkan BUMKal Sejahtera Ngalang semakin tertib dalam pengelolaan keuangan, kuat secara kelembagaan, serta mampu menjalankan program Ketapang secara efektif dan berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalurahan Ngalang. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar