Akselerasi Kemandirian Desa, Kapanewon Saptosari Gelar Pendampingan Pemeringkatan BUMDes dan Bumdesma 2026
SAPTOSARI – Dalam upaya
memperkuat tata kelola ekonomi desa, Pemerintah Kapanewon Saptosari menggelar
kegiatan Pendampingan Pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada Rabu,
15 April 2026. Bertempat di Aula Kantor Kapanewon Saptosari, kegiatan ini
dihadiri oleh jajaran Ulu-ulu serta seluruh pengurus BUMDes se-Kapanewon
Saptosari.
Kegiatan yang difasilitasi
langsung oleh Pemerintah Kapanewon Saptosari ini menghadirkan narasumber dari
Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul serta Tim
Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Saptosari.
Strategi "Sistem Desk" untuk Percepatan Data
Berbeda dengan sosialisasi teoretis pada umumnya, pendampingan kali ini menggunakan Sistem Desk. Melalui metode ini, pengurus BUMDes bersama Ulu-ulu langsung melakukan praktik pengisian instrumen pemeringkatan secara real-time.Dengan didampingi intensif oleh
TAPM dan Pendamping Desa (PD) Saptosari, setiap desa melakukan verifikasi
dokumen dan penginputan data indikator kinerja. Langkah ini diambil guna
memastikan akurasi data serta mempercepat proses pemeringkatan BUMDes di
wilayah Saptosari agar memenuhi standar nasional tepat waktu.
Bukan Sekadar Ranking, Tapi Alat
Evaluasi
Tujuan utama dari pemeringkatan
BUMDes dan BUMDesma di tahun 2026 ini bukan sekadar untuk menentukan urutan
"terbaik", melainkan sebagai instrumen strategis untuk mendorong
profesionalisme pengelolaan usaha di tingkat desa.
Secara garis besar, terdapat
tujuh poin utama yang menjadi sasaran pemeringkatan tahun ini:
Mengukur Kinerja dan Perkembangan:
Menilai aspek kelembagaan, produktivitas usaha, kesehatan keuangan, serta
dampak sosial bagi masyarakat.
Mendorong Tata Kelola yang Baik
(Good Governance): Menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan
manajemen profesional.
Dasar Pembinaan yang Tepat
Sasaran: Hasil peringkat akan menjadi peta bagi pemerintah dalam menentukan
jenis pelatihan atau intervensi yang dibutuhkan oleh masing-masing BUMDes.
Inovasi dan Daya Saing:
Menciptakan iklim kompetisi yang sehat agar setiap unit usaha desa terus
berinovasi.
Akses Dukungan Program: BUMDes
dengan performa unggul akan mendapatkan prioritas dalam akses pendanaan,
kemitraan strategis, dan program pengembangan pemerintah.
Optimalisasi Kontribusi Ekonomi:
Memastikan kehadiran BUMDes memberikan kontribusi nyata pada Pendapatan Asli
Desa (PADes) dan pembukaan lapangan kerja.
Integrasi Database Nasional:
Memperkuat akurasi data pusat untuk perencanaan kebijakan pembangunan desa yang
lebih komprehensif.
Menuju BUMDes yang Mandiri dan
Berkelanjutan
Perwakilan TAPM Gunungkidul Teguh
Santosa dalam arahannya menekankan bahwa pemeringkatan ini adalah cermin bagi
pengurus BUMDes untuk melihat posisi mereka saat ini.
"Pemeringkatan ini adalah
alat untuk memperkuat pondasi BUMDes agar lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Kita ingin BUMDes di Saptosari tidak hanya sekadar berdiri secara
administratif, tapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi warga,"
ungkapnya.
Dengan adanya pendampingan
sistem desk ini, diharapkan seluruh BUMDes di Kapanewon Saptosari dapat segera
menyelesaikan proses pemeringkatan dengan hasil yang optimal, sekaligus
meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan usaha desa menuju
level yang lebih profesional. (TGS)

0 Komentar