Rongkop Tuntas 100 Persen, Muskal BUMKal Gunungkidul Terus Dikebut



P3MD GunungkidulPelaksanaan Musyawarah Kalurahan (Muskal) Tahunan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) di Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan data terbaru per 9 Februari 2026, sebanyak 41 dari total 144 kalurahan atau 28 persen telah melaksanakan Muskal tahunan. Sementara itu, 103 kalurahan (72 persen) masih dalam proses persiapan maupun penjadwalan.

Kapanewon Rongkop menjadi wilayah dengan capaian paling tinggi, di mana seluruh 8 kalurahan atau 100 persen telah menyelenggarakan Muskal. Capaian baik juga ditunjukkan oleh Semin dan Patuk, masing-masing telah melaksanakan Muskal di 8 kalurahan dengan tingkat realisasi 80 persen dan 73 persen. Disusul Purwosari dengan 60 persen serta Girisubo yang telah mencapai 50 persen.

Di sisi lain, sejumlah kapanewon masih belum memulai pelaksanaan Muskal. Wilayah seperti Nglipar, Paliyan, Tepus, Karangmojo, Gedangsari, dan Saptosari tercatat belum ada kalurahan yang melaksanakan Muskal hingga awal Februari ini. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar percepatan dapat segera dilakukan, mengingat Muskal merupakan forum strategis untuk evaluasi kinerja dan penetapan arah kebijakan BUMKal.

Dari aspek penjadwalan, tercatat 24 kalurahan dari 103 kalurahan atau 23 persen telah menetapkan agenda Muskal, sedangkan 79 kalurahan lainnya belum menjadwalkan kegiatan tersebut. Beberapa kapanewon bahkan telah merencanakan seluruh Muskal, seperti Paliyan, Tepus, Karangmojo, dan Gedangsari, yang menunjukkan komitmen dalam memastikan proses tata kelola BUMKal berjalan sesuai ketentuan.

Aris Nurkholis, selaku TAPM Kabupaten Gunungkidul yang ditugasi sebagai PIC BUM Desa, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang telah memfasilitasi terselenggaranya Muskal Tahunan BUMKal. Menurutnya, capaian 41 BUMKal yang telah melaksanakan Muskal merupakan perkembangan yang menggembirakan.

“Ini adalah hasil kerja bersama, khususnya peran aktif TPP dalam melakukan pendampingan dan fasilitasi di tingkat kalurahan. Capaian ini patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen terhadap penguatan tata kelola BUMKal,” ujarnya.

Meski demikian, Aris menegaskan bahwa upaya percepatan tetap perlu dilakukan. Ia terus mendorong dan menghimbau seluruh TPP di Kabupaten Gunungkidul untuk mengintensifkan fasilitasi pelaksanaan Muskal tahunan, termasuk mendorong BUMKal bersama pemerintah kalurahan agar segera menjadwalkan Muskal.

“Muskal tahunan merupakan forum penting untuk memastikan akuntabilitas dan arah pengembangan usaha BUMKal. Karena itu, kami berharap kalurahan yang belum melaksanakan maupun menjadwalkan dapat segera menindaklanjuti,” tambahnya.

Secara umum, progres ini mencerminkan adanya pergerakan positif, meskipun diperlukan dorongan lebih lanjut agar pelaksanaan Muskal dapat merata di seluruh wilayah. Koordinasi antara pemerintah kalurahan, pengelola BUMKal, serta tenaga pendamping diharapkan mampu mempercepat proses pelaksanaan sehingga target penyelenggaraan Muskal tahunan dapat segera tercapai. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar