UPK Sarimulyo Eks PNPM MPd Gedangsari Terus Perkuat Kelembagaan Setelah Tiga Tahun Bertransformasi Menjadi BUMDesma LKD


Gedangsari — Setelah tiga tahun bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama Lembaga Keuangan Desa (BUMDesma Lkd), UPK Sarimulyo eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) Gedangsari terus melakukan penataan dan penguatan kelembagaan. Langkah ini ditempuh sebagai upaya menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, pertumbuhan kegiatan usaha, serta dinamika kelembagaan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Penataan kelembagaan menjadi bagian penting dalam memastikan organisasi tetap adaptif, profesional, dan mampu memberikan layanan yang optimal. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah melakukan review terhadap Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) BUM Desa Bersama Sarimulyo LKD. Review tersebut bertujuan untuk menyempurnakan regulasi internal agar selaras dengan ketentuan perundang-undangan sekaligus mendukung tata kelola lembaga yang lebih akuntabel dan transparan.

Aris Nurkholis, salah satu tim TAPM yang melakukan pendampingan kepada BUMDesma Sarimulyo Lkd, menyampaikan bahwa transformasi dari UPK PNPM MPd menuju BUMDesma Lkd bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga perubahan paradigma dalam pengelolaan lembaga keuangan desa yang berorientasi pada keberlanjutan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa proses transformasi tetap berpijak pada nilai-nilai yang telah lama menjadi kekuatan lembaga. “BUMDesma Lkd tetap menjaga ruh, semangat, dan praktik-praktik baik yang telah dijalankan selama bertahun-tahun. Pengalaman tersebut menjadi modal sosial yang sangat penting untuk memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujar Aris.

Proses penataan dan penguatan kelembagaan tersebut dilakukan secara intensif dengan pendampingan dari Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, yang dipimpin langsung oleh Hery Santoso selaku Koordinator TPP Gunungkidul. Pendampingan ini diharapkan dapat memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik serta tetap berpegang pada regulasi yang berlaku.

Hery Santosa, dalam kesempatan tersebut, menilai langkah yang diambil BUMDesma Sarimulyo sebagai wujud nyata komitmen dalam menjaga keberlanjutan lembaga. Ia menegaskan bahwa penguatan kelembagaan menjadi faktor kunci agar BUMDesma mampu beradaptasi dengan tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang terus berkembang.

Menurutnya, upaya penataan yang dilakukan tidak hanya berdampak pada tata kelola organisasi, tetapi juga mempertegas posisi BUMDesma sebagai motor penggerak ekonomi perdesaan. “Dengan kelembagaan yang semakin kuat dan profesional, BUMDesma diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendorong terciptanya kemandirian desa,” ungkapnya.

Dengan berbagai upaya pembenahan yang tengah dilakukan, BUMDesma Sarimulyo Lkd diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperluas jangkauan layanan, serta mendorong kemandirian ekonomi desa. Transformasi yang telah berjalan selama tiga tahun ini menjadi fondasi penting bagi lembaga untuk terus tumbuh, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menjawab tantangan ke depan serta tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar