Kapanewon Ngawen Kebut Program Ketahanan Pangan

 


Kamis 05 Februari 2026.Kapanewon Ngawen melakukan percepatan kegiatan ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh BUMkal agar dapat segera direalisasikan. Ditahap awal ini Monitoring Pelaksanaan Ketahanan Pangan dilaksanakan di Kalurahan Kampung dan Sambirejo.

Di Kalurahan Kampung, dilaksanakan koordinasi bersama pamong kalurahan, BUMKal, TAPM, Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa untuk membahas percepatan realisasi program ketahanan pangan. Hingga bulan Januari, program tersebut belum direalisasikan karena adanya kekhawatiran pengurus terkait administrasi pertanggungjawaban yang harus disiapkan. Adapun kegiatan ketahanan pangan yang direncanakan di Kalurahan Kampung adalah usaha pembesaran ayam JOPER.

Koordinasi diawali dengan penjelasan dari TAPM Kabupaten Gunungkidul mengenai mekanisme pelaksanaan program ketahanan pangan beserta tata cara pertanggungjawabannya. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa sebelum pelaksanaan kegiatan, BUMKal dapat menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengadaan barang dan jasa untuk kalurahan. Selain itu, BUMKal juga diingatkan untuk menyusun laporan akhir tahun sesuai dengan ketentuan dalam Kepmendesa Nomor 136 Tahun 2022.

Hasil koordinasi menyepakati bahwa pada awal Februari ini Kalurahan Kampung akan segera merealisasikan anggaran untuk rehabilitasi kandang ayam dan melengkapi peralatan yang dibutuhkan. Dengan demikian, pada minggu kedua Februari diharapkan DOC ayam JOPER sudah dapat didatangkan untuk memulai kegiatan pembesaran.


sementara itu, di Kalurahan Sambirejo, anggaran ketahanan pangan sebesar Rp276.000.000 dialokasikan untuk usaha budidaya melon dan hortikultura. Hingga awal Februari, telah dibangun greenhouse untuk budidaya melon serta dilakukan penanaman sebanyak 960 pohon melon yang terdiri dari empat varietas, yaitu Desuit, Skitro, Petrafani, dan Deblues.

Varietas Desuit sebanyak 140 pohon saat ini berusia 8 hari dengan perkiraan masa panen 60 hari dan target hasil sekitar 1,6 kg per pohon. Varietas Skitro sebanyak 480 pohon juga berusia 8 hari dengan masa panen 60 hari dan target hasil 2 kg per pohon. Sementara itu, varietas Petrafani dan Deblues masing-masing sebanyak 240 pohon telah berusia 18 hari dengan masa panen sekitar 70 hari dan target hasil 2 kg per pohon.

Diharapkan pada pertengahan Maret mendatang, panen melon dapat dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri, sehingga hasil panen dapat dipasarkan dengan harga yang lebih baik.


Posting Komentar

0 Komentar