GUNUNGKIDUL – Aktivitas publikasi Tim Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gunungkidul melalui web-blog sepanjang Januari 2026 menunjukkan progres yang cukup positif, meskipun terdapat ketimpangan kontribusi antar wilayah. Berdasarkan data jumlah publikasi, konten tingkat kabupaten masih mendominasi secara signifikan dibandingkan dengan kapanewon.
Tercatat, publikasi pada level Kabupaten Gunungkidul mencapai 41 artikel, menjadi penyumbang konten terbanyak selama Januari 2026. Angka ini jauh melampaui jumlah publikasi dari kapanewon yang sebagian besar masih tergolong minim.
Di tingkat kapanewon, Semin menjadi wilayah paling aktif dengan 5 publikasi, disusul Tepus sebanyak 2 publikasi. Sementara itu, Playen, Girisubo, dan Tanjungsari masing-masing mencatatkan 1 publikasi.
Adapun kapanewon lainnya seperti Wonosari, Nglipar, Patuk, Paliyan, Panggang, Semanu, Karangmojo, Ponjong, Rongkop, Ngawen, Gedangsari, Saptosari, dan Purwosari belum mencatatkan publikasi pada periode yang sama.
Kondisi ini menunjukkan bahwa peran publikasi TPP masih terpusat di tingkat kabupaten, sementara kontribusi dari sebagian besar kapanewon perlu terus didorong. Publikasi web-blog dinilai penting sebagai sarana dokumentasi kegiatan, diseminasi praktik baik, serta media pembelajaran bersama dalam pendampingan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Menanggapi kondisi tersebut, Aris Nurkholis, selaku PIC Bidang Media dan Informasi TAPM Gunungkidul, menyampaikan apresiasi kepada lima TPP Kapanewon yang telah aktif mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan pendampingan melalui web-blog.
“Apresiasi kami sampaikan kepada rekan-rekan TPP Kapanewon yang sudah mulai aktif melakukan publikasi kegiatan pendampingan. Ini merupakan langkah positif dalam membangun budaya literasi, transparansi dan berbagi praktik baik,” ujar Aris.
Lebih lanjut, Aris mendorong 13 Kapanewon yang belum melakukan publikasi di bulan januari 2026, agar pada bulan-bulan berikutnya dapat lebih aktif menyampaikan kegiatan pendampingannya melalui media web-blog. Ia menegaskan bahwa kegiatan publikasi ini jangan dimaknai sebagai bentuk paksaan, melainkan sebagai kebutuhan bersama.
“Publikasi ini bukan paksaan, tetapi kebutuhan TPP untuk transparansi, aktualisasi peran, serta menumbuhkan kesadaran literasi dan inisiatif dari masing-masing TPP di setiap kapanewon,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen untuk mendorong konsistensi publikasi, Aris menambahkan bahwa pihaknya akan secara rutin menyampaikan laporan publikasi bulanan yang dilakukan oleh TPP di setiap kapanewon melalui web-blog. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat sekaligus alat evaluasi bersama.
Ke depan, penguatan peran publikasi web-blog diharapkan mampu menjadi sarana dokumentasi, pembelajaran, dan diseminasi praktik baik pendampingan desa, sehingga dinamika dan capaian TPP di seluruh wilayah Gunungkidul dapat tersampaikan kepada publik secara lebih merata dan berkelanjutan. (ANK)
.png)
0 Komentar