Monev Pemutakhiran Indeks Desa di Playen Tekankan Akurasi Data dan Validasi Lapangan



P3MD Gunungkidul – Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026 pada Selasa (9/6/2026) bertempat di Ruang Pendamping Desa Kapanewon Playen. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan proses pemutakhiran data Indeks Desa berjalan sesuai ketentuan, akurat, tepat waktu serta didukung oleh bukti dan dokumen yang valid.

Monev dipimpin langsung oleh Koordinator Kabupaten (Korkab) TAPM Gunungkidul, Hery Santoso, didampingi anggota tim TAPM lainnya yaitu Teguh Santosa, Aris Nurkholis, dan Khusnudin. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Playen yang terdiri Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) dan menjadi bagian dari upaya pengawalan kualitas data pembangunan desa yang akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan dan program pembangunan.

Dalam pelaksanaan monev, tim melakukan penelaahan terhadap data yang telah diinput oleh kalurahan, memeriksa kesesuaian dokumen pendukung, serta mengidentifikasi berbagai kendala teknis aplikasi yang dihadapi dalam proses pengisian indikator Indeks Desa. Selain melakukan pengecekan data, kegiatan ini juga menjadi forum diskusi untuk menyamakan persepsi terkait interpretasi indikator, mekanisme pembuktian data, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pemutakhiran data.

Berbagai permasalahan yang muncul dalam proses pemutakhiran Indeks Desa turut dibahas secara mendalam. Di antaranya terkait kendala teknis aplikasi, ketersediaan bukti dukung pada beberapa indikator, perbedaan pemahaman terhadap indikator tertentu, sinkronisasi data antar sumber, serta upaya memastikan bahwa data yang diinput benar-benar menggambarkan kondisi riil yang ada di kalurahan. Diskusi tersebut diharapkan dapat meminimalisir kesalahan input maupun perbedaan interpretasi yang berpotensi memengaruhi hasil penilaian Indeks Desa.

Selain itu, tim TAPM Kabupaten Gunungkidul juga melakukan pengecekan capaian skor Indeks Desa menggunakan template cek skor yang telah disusun dan disediakan oleh TAPM Kabupaten Gunungkidul. Melalui instrumen tersebut, peserta dapat melakukan verifikasi silang antara data yang telah diinput dengan skor yang dihasilkan oleh sistem. Pengecekan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengidentifikasi indikator-indikator yang masih memerlukan perbaikan maupun penyempurnaan sebelum proses finalisasi data dilakukan.

Koordinator Kabupaten TAPM Gunungkidul, Hery Santoso, menegaskan bahwa kualitas data menjadi faktor utama dalam menghasilkan nilai Indeks Desa yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Indeks Desa bukan sekadar angka atau status yang diperoleh desa. Data yang diinput akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan, sehingga harus benar-benar valid, sesuai kondisi lapangan, dan didukung oleh eviden yang memadai. Karena itu, proses verifikasi dan pengecekan skor menjadi sangat penting untuk memastikan tidak ada indikator yang terlewat atau dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya," ujar Hery.

Menurutnya, monitoring dan evaluasi tidak hanya bertujuan mengawal proses input data, tetapi juga membantu pendamping desa dan pemerintah kalurahan memahami substansi setiap indikator sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan tingkat perkembangan desa secara objektif.

Sementara itu, Pendamping Desa Kapanewon Playen, Gatot Yuli Sukoco, menyampaikan bahwa kegiatan monev sangat membantu para pendamping dalam memastikan kualitas data yang disampaikan oleh kalurahan.

"Monev ini menjadi ruang belajar bersama bagi pendamping desa dan pemerintah kalurahan. Selain mendapatkan masukan terkait kelengkapan eviden, kami juga dapat mencermati kembali hasil skor melalui template yang disediakan TAPM sehingga potensi kekeliruan dapat segera diperbaiki sebelum data difinalisasi," ungkap Gatot.

Indeks Desa merupakan instrumen nasional yang digunakan untuk mengukur tingkat kemajuan dan kemandirian desa melalui sejumlah dimensi penilaian yang meliputi layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, dan tata kelola pemerintahan desa. Hasil pemutakhiran Indeks Desa menjadi salah satu dasar penting dalam perencanaan pembangunan, penyusunan program, serta penentuan arah kebijakan pembangunan desa di masa mendatang.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan seluruh kalurahan di Kapanewon Playen dapat menghasilkan data yang lebih akurat, mutakhir, dan sesuai kondisi lapangan. Dengan data yang berkualitas, hasil Indeks Desa Tahun 2026 diharapkan mampu menggambarkan kondisi pembangunan desa secara lebih objektif sekaligus menjadi pijakan yang kuat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan, partisipatif, dan berbasis data. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar