NGLIPAR — Pemerintah Kapanewon Nglipar menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Desa 2026 bagi seluruh Kalurahan se-Kapanewon Nglipar pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 7 Kalurahan yang terdiri dari Carik, Ulu-Ulu, serta operator Indeks Desa 2026.
Bimtek dilaksanakan sebagai upaya percepatan pemutakhiran data Indeks Desa Tahun 2026 guna mendukung tersedianya data desa yang akurat, valid, dan terintegrasi. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari TAPM Kabupaten Gunungkidul, yakni Teguh Santosa.
Dalam pemaparannya, Teguh Santosa menyampaikan pentingnya ketelitian dan kesesuaian data dalam proses penginputan Indeks Desa. Ia menjelaskan bahwa data yang diinput akan menjadi salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan dan evaluasi perkembangan desa ke depan.
Pelaksanaan Bimtek diawali dengan sosialisasi terkait kebijakan dan mekanisme pengisian Indeks Desa 2026, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung penginputan data melalui aplikasi Indeks Desa 2026. Namun, dalam proses pelaksanaan, peserta sempat mengalami kendala teknis akibat gangguan pada portal id.kemendesa.co.id sehingga akses aplikasi tidak dapat berjalan secara optimal.
Meski demikian, narasumber tetap mendorong peserta untuk melakukan persiapan dan pengisian data secara offline sebagai langkah antisipasi. Hal tersebut dilakukan mengingat target penyelesaian pemutakhiran data Kalurahan dijadwalkan selesai pada minggu keempat Bulan Mei 2026.
Pemerintah Kapanewon Nglipar selaku fasilitator kegiatan berharap melalui Bimtek ini seluruh Kalurahan dapat memahami mekanisme penginputan data dengan baik sehingga proses pemutakhiran Indeks Desa 2026 dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan menghasilkan data yang berkualitas. (tgs)

0 Komentar