Tinggal 16 BUMKal Lagi! Gunungkidul Hampir Tuntaskan Muskal Tahunan, Delapan Kapanewon Cetak Capaian 100 Persen



P3MD GunungkidulPelaksanaan Musyawarah Kalurahan (Muskal) Tahunan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) di Kabupaten Gunungkidul menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga awal Juli 2026, sebanyak 128 dari total 144 BUMKal telah berhasil melaksanakan Muskal Tahunan. Dengan capaian tersebut, progres pelaksanaan Muskal di tingkat kabupaten telah mencapai 89 persen, menyisakan 16 BUMKal yang masih dalam proses pelaksanaannya.

Data monitoring Tim Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gunungkidul mencatat, delapan kapanewon berhasil mencetak capaian 100 persen. Seluruh BUMKal di wilayah Patuk, Paliyan, Panggang, Ponjong, Rongkop, Semin, Ngawen, Girisubo, dan Purwosari telah menuntaskan Muskal Tahunan sesuai agenda yang telah ditetapkan.

Keberhasilan tersebut menjadi indikator meningkatnya komitmen pemerintah kalurahan dan pengelola BUMKal dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, transparansi pengelolaan usaha, serta akuntabilitas kepada masyarakat.

Selain delapan kapanewon tersebut, sejumlah wilayah juga menunjukkan progres yang menggembirakan. Playen telah mencapai 92 persen dengan 12 dari 13 BUMKal menyelesaikan Muskal Tahunan. Karangmojo berada di angka 89 persen, sementara Wonosari, Gedangsari, dan Saptosari masing-masing mencatat progres 86 persen. Di sisi lain, Tepus telah mencapai 80 persen, disusul Tanjungsari sebesar 60 persen.

Masih terdapat beberapa kapanewon yang perlu melakukan percepatan, yakni Nglipar dengan capaian 43 persen dan Semanu sebesar 40 persen. Kedua wilayah tersebut diharapkan dapat segera menyelesaikan Muskal Tahunan pada seluruh BUMKal melalui penguatan koordinasi antara pemerintah kalurahan, pengurus BUMKal, dan tenaga pendamping profesional (PD/PLD).

Muskal Tahunan merupakan forum tertinggi dalam tata kelola BUMKal yang memiliki fungsi strategis sebagai media pertanggungjawaban pengurus kepada pemerintah kalurahan dan masyarakat. Dalam forum tersebut dibahas laporan kinerja, laporan keuangan, evaluasi usaha, pembagian manfaat, hingga penyusunan rencana kerja untuk tahun berikutnya. Oleh karena itu, pelaksanaan Muskal secara tepat waktu menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan BUMKal yang profesional, sehat, dan berkelanjutan.

TAPM Kabupaten Gunungkidul sekaligus Person in Charge (PIC) BUMKal, Aris Nurkholis, mengapresiasi kerja keras seluruh pendamping desa, pemerintah kalurahan, pengawas, penasihat, dan pengurus BUMKal yang terus mengawal pelaksanaan Muskal di masing-masing wilayah.

"Capaian 89 persen ini menunjukkan bahwa kesadaran pengelola BUMKal terhadap pentingnya tata kelola yang baik semakin meningkat. Kami mengapresiasi delapan kapanewon yang telah mencapai 100 persen. Namun pekerjaan belum selesai. Masih ada 16 BUMKal yang perlu segera menuntaskan Muskal agar seluruh BUMKal di Gunungkidul memiliki landasan yang kuat dalam menyusun program kerja dan meningkatkan kinerja usaha," ujar Aris Nurkholis.

Menurut Aris, keberhasilan pelaksanaan Muskal bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja usaha BUMKal. Melalui Muskal, berbagai tantangan yang dihadapi selama satu tahun dapat dibahas secara terbuka, sekaligus merumuskan strategi pengembangan usaha yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi lokal.

"Kami terus mendorong pendamping di setiap kapanewon untuk melakukan pendampingan secara intensif terhadap BUMKal yang belum melaksanakan Muskal. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah kalurahan, pengurus BUMKal, dan pendamping, kami optimistis target 100 persen dapat segera tercapai," tambahnya.

TPP Kabupaten Gunungkidul optimistis penyelesaian Muskal Tahunan di 16 BUMKal yang tersisa dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat. Dengan tercapainya 100 persen pelaksanaan Muskal, diharapkan seluruh BUMKal memiliki arah kebijakan yang lebih jelas, tata kelola yang semakin akuntabel, serta mampu memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi kalurahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar