Tancep, 8 Juli 2026 – Suasana
sejuk Kawasan Wisata Desa Watutetes Wononongso, Kalurahan Tancep, menjadi saksi
lahirnya komitmen untuk membangun dan mewujudkan ekonomi desa yang lebih kuat.
Pemerintah Kalurahan Tancep menyelenggarakan Kegiatan Penguatan Kapasitas
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tancep yang diikuti oleh Pengurus, Pengawas,
dan Anggota KDMP sebagai langkah strategis memperkuat kelembagaan sekaligus
merumuskan arah pengembangan usaha koperasi. Kegiatan ini mengacu pada arah
kebijakan nasional pembentukan KDMP sebagai penggerak ekonomi desa yang
profesional, modern, dan berkelanjutan.
Mengusung semangat "Membangun Koperasi Kuat, Desa Berdaya, Indonesia Maju", forum ini tidak sekadar membahas tata kelola koperasi, tetapi juga memetakan peluang usaha yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi lokal Kalurahan Tancep.
Dalam paparannya, Tim TAPM
Kabupaten Gunungkidul yang dihadiri oleh Hery Santoso dan Aris Nurkholis menegaskan
bahwa Koperasi Desa Merah Putih merupakan implementasi kebijakan strategis
pemerintah untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui koperasi yang
berbasis partisipasi anggota, transparansi, akuntabilitas, serta keberlanjutan
usaha. Pengembangan usaha KDMP harus diawali dengan identifikasi potensi desa,
analisis kelayakan usaha, hingga penyusunan rencana bisnis yang matang agar
setiap unit usaha benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi anggota dan
masyarakat.
Materi juga menekankan bahwa
pengembangan usaha KDMP harus berlandaskan lima prinsip utama, yaitu partisipatif,
transparansi dan akuntabilitas, berbasis potensi lokal, keberlanjutan dan
inovasi, serta keadilan sosial dan inklusivitas. Dengan prinsip tersebut, KDMP
diharapkan mampu memenuhi kebutuhan anggota, memperpendek rantai distribusi,
menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan
masyarakat desa.
Diskusi berlangsung dinamis.
Salah satu perhatian utama peserta adalah strategi memperluas keanggotaan KDMP
agar koperasi memiliki basis ekonomi yang semakin kuat. Peserta juga membahas
berbagai peluang usaha yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik Kalurahan
Tancep, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok masyarakat, pengelolaan hasil
pertanian, distribusi produk lokal, hingga peluang usaha yang mendukung program
nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Forum juga menyepakati pentingnya
melakukan pemetaan potensi desa, identifikasi sumber daya alam dan sumber daya
manusia, serta penyusunan prioritas usaha berbasis data, sehingga setiap
keputusan bisnis benar-benar memiliki prospek yang berkelanjutan.
Lurah Tancep, Yudianto,
menegaskan komitmen Pemerintah Kalurahan untuk terus mendukung pengembangan
KDMP melalui kolaborasi dengan BUMDes Tancep.
KDMP dan BUMDes bukan untuk saling bersaing, tetapi harus saling menguatkan. Kolaborasi keduanya akan menjadi fondasi ekosistem ekonomi Kalurahan Tancep yang tangguh, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut selaras dengan
materi pelatihan yang menempatkan kemitraan KDMP dengan BUMDes sebagai strategi
transformasi ekonomi lokal, di mana kedua lembaga saling melengkapi dalam
penguatan modal, pengembangan unit usaha, peningkatan nilai tambah produk desa,
hingga perluasan akses pasar. Kolaborasi ini juga diyakini mampu menciptakan
ekosistem ekonomi desa yang lebih kokoh dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Daru S
Diputra menyampaikan sejumlah peluang usaha yang dapat segera diwujudkan oleh
KDMP. Salah satu peluang terbesar adalah membangun kemitraan dengan seluruh
pelaku UMKM di Kalurahan Tancep agar produk lokal menjadi bagian dari rantai
pasok koperasi, selain itu, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di
sekitar Kalurahan Tancep dinilai sebagai peluang strategis. KDMP dapat berperan
sebagai agregator penyedia bahan baku pangan berkualitas untuk mendukung
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga hasil pertanian dan produk
masyarakat memiliki pasar yang lebih pasti sekaligus meningkatkan pendapatan
petani dan pelaku UMKM.
Melalui kegiatan ini, Pirngadi
ulu – ulu Tancep berharap bahwa keberhasilan KDMP Kalurahan Tancep tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal,
tetapi oleh kualitas tata kelola, profesionalisme pengurus, partisipasi aktif
anggota, serta kemampuan membangun jejaring kemitraan.

0 Komentar