Dari Kandang ke PADes, Usaha Ayam BUMDes Makmur Jaya Mulai Tunjukkan Hasil

 


P3MD Gunungkidul – Program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes Makmur Jaya mulai menunjukkan hasil positif. Melalui usaha peternakan ayam yang dijalankan sejak Februari 2026, BUMDes tersebut kini mulai mencatat keuntungan dan diharapkan mampu menjadi salah satu penopang Pendapatan Asli Desa (PADes) di Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk.

Perkembangan usaha tersebut menjadi salah satu fokus dalam kunjungan lapangan dan monitoring yang dilakukan Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul pada Kamis (7/5/2026).

Kegiatan diawali dengan peninjauan langsung ke kandang ayam milik BUMDes Makmur Jaya. Tim TAPM bersama unsur kapanewon dan pemerintah kalurahan melihat kondisi peternakan, perkembangan usaha, hingga sistem pengelolaan yang diterapkan oleh pengelola BUMDes.

Direktur BUMDes Makmur Jaya dalam paparannya menyampaikan bahwa saat ini usaha peternakan ayam memiliki total 500 ekor ayam dengan harga pullet sebesar Rp120 ribu per ekor. Ayam mulai datang pada Februari 2026 dan hingga akhir April mulai menunjukkan perkembangan usaha yang cukup baik.

“Per 30 April 2026, usaha peternakan ayam telah memperoleh laba sebesar Rp12.462.500 meskipun belum termasuk penyusutan,” jelasnya.

Meski demikian, pengelola juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan usaha. Dari total 500 ekor ayam, tercatat sebanyak 74 ekor mengalami kematian atau sekitar 14,8 persen. Kondisi tersebut telah dilaporkan kepada pihak Puskeswan untuk dilakukan penanganan dan evaluasi lebih lanjut.

Selain perkembangan usaha peternakan, BUMDes Makmur Jaya juga masih memiliki sisa anggaran sekitar Rp43 juta yang direncanakan untuk pembelian pullet tambahan guna pengembangan usaha. Sementara anggaran kegiatan hortikultura sebesar Rp20 juta juga masih tersedia dan belum digunakan.

Dalam sambutannya, Lurah Salam menyampaikan apresiasi terhadap pendampingan yang dilakukan TAPM dan berbagai pihak dalam mendukung program ketahanan pangan desa. Ia berharap usaha peternakan ayam tersebut dapat terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Panewu Patuk melalui Kepala Jawatan Kemakmuran menekankan pentingnya pengelolaan usaha BUMDes secara profesional, transparan, dan akuntabel agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

TAPM Kabupaten Gunungkidul juga mendorong agar pengelolaan usaha tidak hanya fokus pada aspek budidaya, tetapi juga penguatan manajemen usaha dan administrasi pelaporan. Monitoring dan evaluasi secara berkala dinilai penting untuk memastikan program ketahanan pangan desa berjalan optimal.

Selain melakukan monitoring lapangan, Tim Kapanewon Patuk turut melakukan pemeriksaan administrasi dan pembukuan usaha guna memastikan pengelolaan keuangan berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

Dengan mulai tercatatnya laba usaha, program peternakan ayam BUMDes Makmur Jaya dinilai memiliki prospek yang cukup baik untuk terus dikembangkan. Ke depan, usaha tersebut diharapkan tidak hanya menjadi program ketahanan pangan semata, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan sumber peningkatan PADes bagi Kalurahan Salam. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar