P3MD Gunungkidul — Unit usaha peternakan domba milik BUM Desa Barokah Mandiri dilaporkan mengalami kematian ternak dalam beberapa waktu terakhir. Menyikapi kondisi tersebut, Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul segera melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi lapangan guna memastikan penyebab serta langkah penanganan yang tepat.
Monitoring dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026, langsung di lokasi kandang domba yang dikelola oleh BUM Desa Barokah Mandiri. Tim TAPM yang turun ke lapangan terdiri dari Hery Santoso, Teguh Santosa, dan Aris Nurkholis. Kehadiran tim disambut langsung oleh Direktur BUM Desa Barokah Mandiri, Nur Widiatmoko, bersama Manajer Unit Ketahanan Pangan, Sigit.
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi kandang, manajemen pakan, kesehatan ternak, hingga sistem pemeliharaan yang diterapkan oleh pengelola. Hasil pengamatan sementara menunjukkan bahwa kematian ternak diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perubahan cuaca, potensi serangan penyakit, serta aspek manajemen pemeliharaan yang masih perlu ditingkatkan.
“Perlu ada perhatian khusus pada kebersihan kandang, pola pemberian pakan, serta pengawasan kesehatan ternak agar risiko kematian dapat diminimalkan,” ungkap salah satu anggota tim TAPM di sela kegiatan monitoring.
Selain melakukan identifikasi masalah, tim juga memberikan sejumlah rekomendasi teknis kepada pengelola BUM Desa. Di antaranya peningkatan sanitasi kandang, pemberian pakan yang lebih terukur dan berkualitas, serta pentingnya menjalin koordinasi dengan tenaga kesehatan hewan atau dinas terkait untuk penanganan medis ternak.
Direktur BUM Desa Barokah Mandiri menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil monitoring tersebut. Ia menilai kejadian ini sebagai bahan evaluasi penting untuk memperbaiki tata kelola unit usaha peternakan ke depan. “Kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan agar usaha ini tetap berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
TAPM juga menekankan pentingnya pencatatan (recording) dalam usaha peternakan sebagai bagian dari manajemen profesional. Dengan data yang baik, setiap kejadian dapat dianalisis secara lebih akurat dan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya pendampingan berkelanjutan guna memastikan unit usaha BUM Desa tetap sehat, produktif, dan berkelanjutan. (ANK)
.jpeg)
0 Komentar