P3MD Gunungkidul — Pelaksanaan Musyawarah Kalurahan (Muskal) Tahunan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) di Kabupaten Gunungkidul tahun 2026 menunjukkan progres yang cukup signifikan. Berdasarkan data terbaru, dari total 144 kalurahan, sebanyak 102 kalurahan atau 71 persen telah melaksanakan Muskal Tahunan, sementara 46 kalurahan lainnya masih dalam proses.
Sejumlah kapanewon bahkan telah menuntaskan pelaksanaan Muskal secara penuh. Kapanewon Panggang, Rongkop, Semin, dan Purwosari mencatat capaian 100 persen, menandakan seluruh kalurahan di wilayah tersebut telah menyelenggarakan musyawarah kalurahan tahunan dalam rangka pertanggungjawaban BUMKal tahun buku 2025 dan pengesahan rencana program kerja tahun 2026.
Kapanewon lain juga menunjukkan progres tinggi, seperti Playen (85 persen), Ngawen (83 persen), serta Patuk dan Ponjong yang masing-masing mencapai 82 persen. Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran tata kelola dan kepatuhan terhadap kewajiban pelaksanaan Muskal tahunan BUMKal.
Namun demikian, masih terdapat beberapa kapanewon dengan capaian relatif rendah. Nglipar baru mencapai 29 persen, disusul Tepus, Semanu, dan Tanjungsari yang masing-masing berada di angka 40 persen. Wonosari dan Gedangsari juga masih berada pada kisaran 43 persen.
Muskal Tahunan sendiri merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan sekaligus menjadi forum strategis dalam siklus pengelolaan BUMKal. Selain sebagai wadah penyampaian laporan pertanggungjawaban tutup buku tahun 2025, Muskal juga menjadi ruang untuk menetapkan rencana kerja usaha tahun 2026 secara partisipatif.
Tenaga Pendamping Profesional (TPP) terus melakukan fasilitasi dan pendampingan guna mempercepat pelaksanaan Muskal di kalurahan yang belum menyelenggarakan. Pendampingan dilakukan mulai dari penyusunan laporan keuangan, persiapan administrasi, hingga penguatan kapasitas pengelola BUMKal.
“Muskal menjadi instrumen penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMKal. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang evaluasi bersama agar usaha desa dapat terus berkembang,” ungkap Aris Nurkholis selaku PIC BUMKal di Kabupaten Gunungkidul.
Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh Pendamping Desa (PD/PLD) yang telah bekerja keras dalam memfasilitasi pelaksanaan Muskal tahunan di setiap kalurahan. Peran aktif pendamping dalam mengawal proses, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan musyawarah, dinilai sangat berkontribusi terhadap capaian progres yang cukup tinggi hingga saat ini.
Tim TAPM bersama jajaran pendamping desa (PD/PLD) menargetkan seluruh kalurahan dapat menuntaskan Muskal tahunan di tahun 2026 ini. Dengan demikian, implementasi program kerja BUMKal tahun 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi lokal.
Dengan capaian 71 persen di awal tahun, progres pelaksanaan Muskal Tahunan BUMKal di Kabupaten Gunungkidul dinilai berada pada jalur yang positif, meskipun percepatan di beberapa wilayah masih menjadi perhatian utama. (ANK)

0 Komentar