Program Ketahanan Pangan Jadi Momentum Kebangkitan BUMKal Maju Mandiri Nglipar



Gunungkidul (12/01/2025) — Program Ketahanan Pangan menjadi momentum penting bagi Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Maju Mandiri, Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, untuk kembali bangkit setelah sempat mengalami stagnasi usaha selama beberapa tahun terakhir.

BUMKal Maju Mandiri didirikan pada tahun 2017 dengan usaha utama di bidang jasa keuangan mikro (micro finance). Hingga tahun 2019, BUMKal Maju Mandiri telah mendapatkan penyertaan modal dari Pemerintah Kalurahan dengan total sebesar Rp260 juta. Dalam kurun waktu sejak berdiri hingga tahun 2020, kinerja BUMKal tercatat berjalan cukup baik dan mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi kalurahan.

Namun demikian, sejak tahun 2020, BUMKal Maju Mandiri mulai mengalami penurunan yang signifikan akibat dari merebaknya wabah pandemi Covid-19. Kondisi tersebut berimbas pada menurunnya aktivitas usaha hingga menyebabkan BUMKal tidak lagi beroperasi secara optimal. Situasi ini berlangsung cukup lama dan berlarut-larut hingga tahun 2025.

Pada tahun 2025, hadirnya kebijakan Program Ketahanan Pangan yang harus dikelola sebagai salah satu kegiatan usaha BUMKal melalui mekanisme penyertaan modal, menjadi energi baru bagi BUMKal Maju Mandiri Nglipar untuk kembali bergerak. Program ini tidak hanya diarahkan untuk mendukung ketersediaan dan stabilitas pangan di tingkat kalurahan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pemulihan dan pengembangan usaha BUMKal Maju Mandiri Nglipar.

Melalui momentum Program Ketahanan Pangan, BUMKal Maju Mandiri mulai melakukan penataan kelembagaan dan perbaikan tata kelola usaha secara menyeluruh. Penataan kelembagaan dilakukan melalui perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) BUMKal, penegasan struktur organisasi, serta penataan sumber daya manusia BUMKal agar lebih profesional dan sesuai dengan kebutuhan pengelolaan usaha.

Sementara itu, perbaikan tata kelola usaha difokuskan pada penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan usaha, serta penguatan sistem administrasi dan keuangan. Pelaporan usaha kini mulai diarahkan berbasis aplikasi guna meningkatkan akurasi data, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan BUMKal.

Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul dalam kunjungannya menyambut baik langkah yang dilakukan Direktur BUMKal Maju Mandiri bersama Pemerintah Kalurahan Nglipar dalam upaya membangkitkan kembali BUMKal Maju Mandiri melalui Program Ketahanan Pangan. 

Hery Santoso selaku Koordinator Kabupaten Gunungkidul dalam sambutannya menilai langkah tersebut sebagai strategi yang tepat dalam memperkuat kelembagaan BUMKal sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan dana penyertaan modal untuk ketahanan pangan dan mengoptimalkan potensi kalurahan.

Lebih lanjut, Hery Santoso berpesan agar sinergi antara Pemerintah Kalurahan, BUMKal, dan masyarakat terus dijaga dan ditingkatkan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam memperkuat kelembagaan dan tata kelola BUMKal, sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi lokal. Dengan sinergi yang kuat, BUMKal diharapkan mampu berperan sebagai penggerak utama terwujudnya kemandirian ekonomi, termasuk kemandirian pangan di tingkat kalurahan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Aris Nurkholis menyampaikan apresiasi atas berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Direktur BUMKal bersama Pemerintah Kalurahan dalam menghidupkan dan menggerakkan kembali BUMKal Maju Mandiri Nglipar. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam memulihkan peran BUMKal sebagai pilar penggerak ekonomi kalurahan.

Sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola BUMKal, Aris berpesan agar seluruh proses dan tahapan pengelolaan BUMKal dijalankan secara tertib dan sesuai ketentuan. Hal tersebut meliputi penyusunan dan penetapan rencana program kerja, serta penyusunan dan penyampaian laporan pertanggungjawaban tahunan sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi pengelolaan BUMKal. 

Dengan dukungan Program Ketahanan Pangan ini serta sinergi yang terus diperkuat antara Pemerintah Kalurahan, BUMKal, pendamping desa, dan masyarakat, diharapkan BUMKal Maju Mandiri Nglipar mampu bangkit secara bertahap dan berkelanjutan. Momentum ini menjadi pijakan awal bagi BUMKal untuk kembali menjalankan perannya sebagai penggerak ekonomi kalurahan, sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan yang berbasis potensi lokal. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar