GUNUNGKIDUL – Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Margo Mulyo, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk, bersiap melakukan lompatan kinerja pada 2026. Optimisme tersebut mengemuka dalam Musyawarah Kalurahan (Muskal) Tahunan dalam rangka Laporan Pertanggungjawaban Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu (28/1/2026) di Pendopo Kalurahan Ngoro-oro.
Direktur BUMKal Margo Mulyo menyampaikan bahwa laporan pertanggungjawaban tersebut tidak sekadar menjadi agenda administratif tahunan, tetapi juga momentum evaluasi strategis atas pengelolaan modal yang cukup signifikan. Pada 2025, BUMKal Margo Mulyo menerima kucuran Dana Desa sebesar Rp242.834.000 yang dialokasikan khusus untuk sektor ketahanan pangan, sebagaimana mandat Kepmendes PDT Nomor 3 tahun 2025.
BUMKal Margo Mulyo yang berdiri sejak 2017 sebelumnya mengelola unit usaha pasar kalurahan, persewaan molen, dan Sistem Penyediaan Air Minum Desa (SPAMDES) dengan modal awal sebesar Rp150 juta. Memasuki fase baru, struktur usaha BUMKal kini diperkuat melalui pengembangan sektor riil yang dinilai strategis dan berkelanjutan.
Adapun alokasi dana ketahanan pangan tersebut difokuskan pada tiga sektor utama, yakni peternakan melalui program pembesaran sapi, sektor perdagangan dengan peran sebagai penyangga harga hasil pertanian di tingkat petani, serta pembangunan infrastruktur pertanian berupa sumur bor untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan produktif.
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, Teguh Santosa, dalam arahannya menegaskan bahwa besarnya modal yang dikelola harus diimbangi dengan profesionalisme dan semangat baru, terutama setelah adanya regenerasi kepengurusan BUMKal pada tahun 2025.
“Suntikan modal ketahanan pangan ini adalah amanah besar. Dengan pengelolaan yang profesional, kinerja BUMKal harus naik kelas. Kita ingin melihat BUMKal Margo Mulyo segera meninggalkan status ‘Pemula’ dan bertransformasi menjadi BUMKal ‘Maju’,” ujar Teguh.
Ia juga menyoroti potensi strategis Kalurahan Ngoro-oro yang berada di kawasan penyangga destinasi wisata internasional Nglanggeran. Menurutnya, peluang tersebut perlu ditangkap dengan mengembangkan sektor jasa dan pariwisata, tanpa meninggalkan basis usaha pertanian yang telah berjalan.
Dengan dukungan modal yang kuat, pendampingan yang berkelanjutan, serta pemanfaatan potensi lokal secara optimal, BUMKal Margo Mulyo dinilai berada pada jalur yang tepat untuk menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalurahan Ngoro-oro. (tgs)

0 Komentar