Kalurahan Sodo kembali membuktikan bahwa desa mampu melahirkan inovasi ekonomi yang menjanjikan. Melalui program ketahanan pangan berbasis greenhouse melon organik yang dikelola Bumkal Lentera Persada, panen perdana tahun 2026 sukses menarik perhatian dan hasilnya bahkan ludes terpesan sebelum seluruh panen selesai dilakukan.
Program yang didukung melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2025 tersebut kini mulai menunjukkan prospek cerah sebagai salah satu sumber penguatan ekonomi desa sekaligus peluang peningkatan Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal).
Pada Kamis, 21 Mei 2026, Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan ketahanan pangan greenhouse melon organik Bumkal Lentera Persada di Kapanewon Paliyan.
Kegiatan budidaya melon organik tersebut memperoleh dukungan penyertaan modal dari Dana Desa Kalurahan Sodo sebesar Rp205.855.000 atau sekitar 20 persen dari total Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan greenhouse modern sebagai sarana budidaya melon premium yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Greenhouse yang dibangun memiliki ukuran 10 meter x 42 meter dengan kapasitas sekitar 1.200 tanaman melon. Dalam satu musim panen, setiap pohon rata-rata mampu menghasilkan 2 hingga 3 buah melon berkualitas.
Keberhasilan budidaya ini tidak lepas dari pola kolaborasi yang dibangun antara Bumkal Lentera Persada dengan pihak ketiga. Dalam kerja sama tersebut, pihak ketiga menyediakan bibit unggul sekaligus mendampingi proses pengembangan benih, sedangkan pengelolaan budidaya dan penyediaan modal dilakukan oleh Bumkal Lentera Persada Kalurahan Sodo.
Nilai ekonomi dari program ini dinilai sangat menjanjikan. Tidak hanya menghasilkan buah melon segar yang diminati pasar, namun biji melon kering hasil pemurnian benih juga memiliki harga jual sangat tinggi. Biji melon kering dibeli pihak ketiga dengan harga mencapai Rp2.000.000 per kilogram, sementara daging buah segar dipasarkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis dengan harga sekitar Rp13.000 per kilogram.
Panen perdana yang berhasil terserap pasar tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan Dana Desa untuk sektor ketahanan pangan mampu memberikan dampak nyata apabila dikelola secara serius dan profesional.
Meski demikian, pihak pengelola saat ini masih melakukan proses evaluasi dan perhitungan laba-rugi untuk mengetahui tingkat efektivitas usaha pada musim panen pertama. Kerja sama dengan pihak ketiga diketahui hanya berlaku pada greenhouse baru dan berlangsung untuk satu kali musim panen dalam skema bisnis pemurnian benih.
Ke depan, Bumkal Lentera Persada berencana mengembangkan budidaya melon secara mandiri dengan menggunakan benih premium. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan keuntungan usaha sekaligus memperkuat kapasitas Bumkal sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Program greenhouse melon organik ini juga diharapkan menjadi contoh pengelolaan Dana Desa yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada keberlanjutan ekonomi masyarakat desa. Dengan pengembangan usaha yang tepat, Bumkal Lentera Persada diyakini mampu tumbuh menjadi unit usaha desa unggulan yang memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat serta peningkatan Pendapatan Asli Kalurahan Kalurahan Sodo. (tgs)

0 Komentar