GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kalurahan Siraman bersiap melakukan reorganisasi BUMKal Mandiri Siraman sebagai langkah strategis dalam menyongsong pelaksanaan program ketahanan pangan tahun 2025. Hal tersebut disampaikan oleh Lurah Siraman, Damiyo, saat Tim Ahli Pendampingan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul melakukan monitoring dan evaluasi progres ketahanan pangan di Kalurahan Piyaman pada Selasa, 2 Desember 2025.
Damiyo menjelaskan, masa jabatan direktur sebelumnya telah berakhir pada November 2025 yang lalu sehingga Pemerintah Kalurahan bergerak cepat untuk menyiapkan kepengurusan baru. “Alhamdulillah sudah ada calon direktur dan pengurus baru untuk BUMKal Mandiri Siraman,” ungkapnya.
Sementara itu, Carik Siraman Tri Mulatsari menambahkan bahwa selain reorganisasi pengurus, Pemkal Siraman juga tengah menyusun proposal dan analisa kelayakan usaha ketahanan pangan. Usaha yang direncanakan meliputi budidaya ikan untuk kegiatan pemancingan serta pengembangan peternakan.
“Proses penyusunan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta penyempurnaan Peraturan Kalurahan terkait penyertaan modal juga sedang berjalan,” jelasnya.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan koordinasi yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan Musyawarah Kalurahan Pertanggungjawaban BUMKal yang digelar pekan lalu. Melalui rencana kerja tindak lanjut (RKTL), disepakati sejumlah fokus pekerjaan atau kegiatan, antara lain: Reorganisasi BUMKal Mandiri Siraman, Penyusunan proposal dan studi kelayakan usaha ketahanan pangan, Penyusunan Peraturan Kalurahan penyertaan modal untuk usaha ketahanan pangan, Perubahan atau pencabutan Perdes tahun 2019 tentang penyertaan modal aset tanah kas desa kepada BUMKal.
Perubahan regulasi ini diperlukan untuk menyesuaikan dengan ketentuan terbaru dalam PP Nomor 11 Tahun 2021, yang melarang penyertaan modal dalam bentuk tanah dan bangunan yang merupakan aset desa.
Tim TAPM Kabupaten Gunungkidul mengapresiasi progres yang telah dilakukan Pemerintah Kalurahan Siraman. Namun demikian, Pemkal diminta terus melakukan percepatan mengingat waktu pelaksanaan program yang semakin mendesak.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, diharapkan BUMKal Mandiri Siraman dapat kembali aktif dan berperan dalam memperkuat ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat. (ANK)
.png)
0 Komentar