Gunungkidul — Direktur BUMKal Sejahtera Ngalang, Sudiatmoko, melakukan konsultasi terkait penyusunan proposal dan analisa kelayakan usaha ketahanan pangan kepada Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul. Konsultasi tersebut dilaksanakan pada Kamis, 5 Desember 2025, bertempat di Balai Kalurahan Kedungkeris.
Kehadiran Sudiatmoko bertepatan dengan agenda pendampingan program ketahanan pangan yang sedang dilaksanakan TAPM di Kalurahan Kedungkeris. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rencana penggunaan dana untuk pengembangan unit usaha peternakan sapi dan kambing, serta pembelian hasil pertanian masyarakat Ngalang.
Menyikapi hal tersebut, Koordinator Kabupaten (Korkab) TAPM Gunungkidul, Hery Santosa, menegaskan bahwa penyusunan proposal harus menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan program ketahanan pangan. Di dalamnya mencakup rencana penggunaan dana dan analisis usaha yang memuat proyeksi laba rugi, titik impas (break even point), serta tingkat profitabilitas atau return of investment (ROI).
“Proposal harus disusun secara jelas, rinci, dan dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan kegiatan. Namun, dalam pelaksanaannya tetap bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan,” ujar Hery.
Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap perubahan penggunaan dana dari yang telah direncanakan dalam proposal wajib didokumentasikan melalui berita acara dan diketahui oleh pihak terkait.
Sementara itu, Aris Nurkholis, menambahkan pentingnya penerapan prinsip-prinsip ekonomi dalam menjalankan program ketahanan pangan. Menurutnya, bagaimana BUMKal dapat mengoptimalkan sumber daya yang terbatas untuk dimanfaatkan secara efisien dan efektif untuk menghasilkan pendapatan yang optimal.
“Jika dalam perjalanan usaha ternyata tidak memberikan keuntungan atau justru menimbulkan kerugian, maka perlu dilakukan evaluasi. Perubahan arah usaha sangat dimungkinkan demi menjaga keberlanjutan program,” pungkas Aris.
Melalui konsultasi ini, diharapkan BUMKal Sejahtera Ngalang dapat menyusun proposal usaha ketahanan pangan yang lebih matang dan terukur, sehingga pelaksanaan program mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat. (ANK)
.png)
0 Komentar