Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Tim Ahli Pendampingan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, dengan peserta seluruh pengurus KDMP Kalurahan Piyaman..
Narasumber pertama, Hery Santosa selaku Koordinator Kabupaten TAPM Gunungkidul, menekankan pentingnya perencanaan usaha yang matang agar KDMP segera dapat menjalankan unit-unit usaha yang menjadi mandat pemerintah maupun usaha yang sesuai karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.
“KDMP harus memiliki rencana usaha yang jelas, baik untuk tujuh gerai mandatori maupun usaha yang memanfaatkan potensi lokal,” ungkapnya.
Hery juga memaparkan kerangka penyusunan proposal bisnis KDMP yang meliputi: Profil KDMP, Produk dan layanan, Organisasi dan SDM pengelola, Analisis pasar dan pemasaran, Rencana produksi dan operasional, Analisis risiko dan mitigasi, Proyeksi keuangan, Rencana aksi
Setiap bagian dijelaskan secara rinci agar pengurus mampu menyusun dokumen rencana bisnis yang komprehensif.
Sementara itu, Aris Nurkholis sebagai narasumber kedua menampilkan contoh proposal bisnis yang telah disusun oleh KDMP Karangbenda sebagai bahan pembelajaran. Ia menegaskan bahwa proposal bisnis menjadi instrumen penting untuk meyakinkan pemangku kepentingan sekaligus alat komunikasi strategis koperasi.
“Visi, misi, dan tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu. Sebab itulah motor penggerak yang menentukan arah pengembangan KDMP ke depan,” ujar Aris.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret untuk memperkuat tata kelola dan pengembangan usaha KDMP Piyaman sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (ANK)
.png)
0 Komentar