Dalam
kunjungan lapangan tersebut, TAPM P3MD melakukan peninjauan langsung ke lokasi
kebun cabai yang dikelola oleh Bumkal Tirta Kencana bersama kelompok masyarakat. Monitoring
dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan kegiatan, mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan hasil, telah sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip tata kelola yang
transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Salah satu
aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah penerapan inovasi
teknologi irigasi yang disesuaikan dengan kondisi wilayah yang belum tersedia
irigasi yang permanen. Dalam pelaksanaannya, Bumkal Tirta Kencana menerapkan
sistem irigasi pipa kapiler atau irigasi tetes yang dinilai lebih efisien dalam
penggunaan air. Sistem ini mampu menyalurkan air secara langsung ke perakaran
tanaman cabai, sehingga kebutuhan air dapat ditekan tanpa mengurangi
produktivitas tanaman.
Selain inovasi
pada sistem irigasi, pengelolaan kebun cabai ini juga memanfaatkan tanaman
singkong sebagai pagar kebun. Pemanfaatan singkong tidak hanya berfungsi
sebagai pembatas area tanam, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi karena
hasil panennya dapat dimanfaatkan dan dikelola lebih lanjut oleh Bumkal Tirta Kencana.
Dalam upaya
pencegahan hama secara ramah lingkungan, Bumkal Tirta Kencana menerapkan
penanaman tanaman kenikir di sekitar area kebun cabai. Tanaman kenikir
berfungsi sebagai tanaman refugia yang dapat membantu menekan populasi hama
secara alami, sehingga penggunaan pestisida kimia dapat dikurangi. Pendekatan
ini sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan dan pengelolaan usaha Bumkal
yang berwawasan lingkungan.
Melalui
dialog dengan pemerintah kalurahan, pengurus Bumkal, dan kelompok pelaksana
kegiatan, TAPM P3MD memperoleh gambaran mengenai perkembangan kegiatan, manfaat
ekonomi yang mulai dirasakan, serta tantangan teknis di lapangan. Secara umum,
kegiatan ketahanan pangan yang dikelola oleh Bumkal Tirta Kencana dinilai
berjalan dengan baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai unit usaha
kalurahan yang berkelanjutan.
TAPM P3MD
berharap, program ketahanan pangan berupa penanaman cabai yang dikelola Bumkal Tirta Kencana ini dapat menjadi contoh pengelolaan Dana Desa yang produktif dan
inovatif. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, kegiatan ini diharapkan
mampu meningkatkan pendapatan kalurahan dan masyarakat, serta memperkuat peran
Bumkal sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Kegiatan
monitoring ini merupakan bagian dari komitmen pendampingan berkelanjutan agar
Dana Desa benar-benar dimanfaatkan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran,
serta mampu mendukung pembangunan kalurahan yang mandiri dan berkelanjutan di
Kabupaten Gunungkidul.
(tgs-Des 2025)

0 Komentar