Kelola Dana Desa 2025, Bumkal Tirta Kencana Karangrejek Terapkan Irigasi Tetes untuk Ketahanan Pangan

Kelola Dana Desa 2025, Bumkal Tirta Kencana Karangrejek Terapkan Irigasi Tetes untuk Ketahanan Pangan

Gunungkidul – Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3MD) melaksanakan kunjungan lapangan di Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, pada Jumat, 20 Desember 2025. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025, khususnya pada kegiatan ketahanan pangan berupa penanaman cabai yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Tirta Kencana.

Kegiatan ketahanan pangan tersebut didanai dari Dana Desa Tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp70.000.000. Program ini dilaksanakan sebagai upaya strategis kalurahan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengelolaan usaha produktif berbasis Bumkal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, TAPM P3MD melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebun cabai yang dikelola oleh Bumkal Tirta Kencana bersama kelompok masyarakat. Monitoring dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan hasil, telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah penerapan inovasi teknologi irigasi yang disesuaikan dengan kondisi wilayah yang belum tersedia irigasi yang permanen. Dalam pelaksanaannya, Bumkal Tirta Kencana menerapkan sistem irigasi pipa kapiler atau irigasi tetes yang dinilai lebih efisien dalam penggunaan air. Sistem ini mampu menyalurkan air secara langsung ke perakaran tanaman cabai, sehingga kebutuhan air dapat ditekan tanpa mengurangi produktivitas tanaman.

Selain inovasi pada sistem irigasi, pengelolaan kebun cabai ini juga memanfaatkan tanaman singkong sebagai pagar kebun. Pemanfaatan singkong tidak hanya berfungsi sebagai pembatas area tanam, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi karena hasil panennya dapat dimanfaatkan dan dikelola lebih lanjut oleh Bumkal Tirta Kencana.

Dalam upaya pencegahan hama secara ramah lingkungan, Bumkal Tirta Kencana menerapkan penanaman tanaman kenikir di sekitar area kebun cabai. Tanaman kenikir berfungsi sebagai tanaman refugia yang dapat membantu menekan populasi hama secara alami, sehingga penggunaan pestisida kimia dapat dikurangi. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan dan pengelolaan usaha Bumkal yang berwawasan lingkungan.

Melalui dialog dengan pemerintah kalurahan, pengurus Bumkal, dan kelompok pelaksana kegiatan, TAPM P3MD memperoleh gambaran mengenai perkembangan kegiatan, manfaat ekonomi yang mulai dirasakan, serta tantangan teknis di lapangan. Secara umum, kegiatan ketahanan pangan yang dikelola oleh Bumkal Tirta Kencana dinilai berjalan dengan baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai unit usaha kalurahan yang berkelanjutan.

TAPM P3MD berharap, program ketahanan pangan berupa penanaman cabai yang dikelola Bumkal Tirta Kencana ini dapat menjadi contoh pengelolaan Dana Desa yang produktif dan inovatif. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan kalurahan dan masyarakat, serta memperkuat peran Bumkal sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari komitmen pendampingan berkelanjutan agar Dana Desa benar-benar dimanfaatkan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran, serta mampu mendukung pembangunan kalurahan yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Gunungkidul.
(tgs-Des 2025)

 

Posting Komentar

0 Komentar