Gunungkidul - Pemerintah Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, tengah mempersiapkan diri menjadi salah satu sentra budidaya domba di Kabupaten Gunungkidul. Rencana tersebut mengemuka saat pendampingan dan fasilitasi perencanaan program ketahanan pangan tahun 2025 yang dilakukan oleh tim TAPM Kabupaten Gunungkidul pada Kamis (4/12/2025).
Dalam proposal ketahanan pangan yang telah disusun, Kedungkeris berfokus pada pengembangan budidaya domba melalui skema kemitraan. Sistem beternak yang akan diterapkan adalah sistem komunal, sehingga pengelolaan ternak dilakukan secara bersama dan terpusat.
“Pada tahap pertama, kami akan melaksanakan empat paket kemitraan budidaya domba dengan total 120 ekor,” ujar Lurah Kedungkeris, Rusdi Martono. Ia menambahkan bahwa kapasitas produksi akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 1.000 ekor domba.
Tak hanya berhenti pada budidaya, rencana besar Kedungkeris juga mencakup pengembangan usaha turunan bernilai ekonomi tinggi seperti jasa aqiqah, produksi susu domba, hingga usaha perbibitan atau breeding. Budidaya domba ini nantinya akan dikelola BUMKal Kedungkeris dengan nama “Wijaya Kusuma Sheep Farm”, yang diambil dari nama BUMKal sebagai identitas usaha resmi.
Pada kesempatan yang sama, Hery Santosa Korkab Gunungkidul, turut melakukan pencermatan terhadap proposal dan analisis kelayakan usaha yang telah disusun. Ia menilai dokumen tersebut secara umum sudah cukup baik dan menunjukkan proyeksi keuangan yang menjanjikan.
“Namun tetap perlu beberapa penyempurnaan agar lebih kuat dari sisi substansi maupun teknis pelaksanaan,” pesannya.
Dengan kesiapan dan strategi pengembangan yang matang, Kalurahan Kedungkeris optimistis dapat berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (ANK)
.png)
0 Komentar