TPP
Rongkop Gelar Pelatihan Opname Pekerjaan untuk Tingkatkan Kualitas
Infrastruktur Desa
Melikan, Gunungkidul — Jumat, 22
November 2025
Dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur desa
dalam pelaksanaan pembangunan fisik, Tenaga Pendamping Profesional (TPP)
Kalurahan Melikan mengadakan kegiatan Monitoring dan On the Job
Training (OJT) terkait opname pekerjaan. Kegiatan ini
berlangsung di area pembangunan talud di wilayah Tambaksari dan diikuti oleh
Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Tim Pelaksana Kegiatan
(TPK), serta perangkat kalurahan.
Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Tim
Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Gunungkidul bidang Infrastruktur.
Pelatihan ini dinilai penting mengingat sebagian besar pendamping desa dan
perangkat belum memiliki latar belakang teknik sipil, namun bertanggung jawab
dalam pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan pembangunan sarana prasarana
melalui Dana Desa.
Tujuan Pelatihan
Kegiatan OJT ini bertujuan memberikan pemahaman
teknis langsung di lapangan mengenai cara melakukan opname pekerjaan, khususnya
untuk pekerjaan talud yang sedang dibangun. Peserta dilatih untuk menghitung
volume pekerjaan, mencocokkannya dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta
menilai kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan gambar perencanaan."Pelatihan ini sangat dibutuhkan agar
pelaksanaan pembangunan di desa tetap terkontrol, akuntabel, dan sesuai standar
teknis," ujar narasumber Teguh Santosa dari TAPM saat memberikan pengarahan.
Pentingnya Opname dalam Program Pembangunan
Desa
Opname pekerjaan merupakan tahapan penting dalam
pembangunan sarana prasarana desa. Melalui opname, pemerintah desa memastikan
bahwa pekerjaan yang dibayar benar-benar sesuai hasil riil di lapangan.
Adapun tujuan opname pekerjaan antara lain:
·
Memastikan volume pekerjaan sesuai RAB dan
dokumen teknis.
·
Menilai kualitas, metode kerja, dan spesifikasi
material.
·
Menjadi dasar pembayaran bagi pelaksana
kegiatan.
·
Mengontrol progres pekerjaan agar tetap sesuai
waktu dan rencana.
·
Menjadi dokumen formal dalam verifikasi, audit,
dan sertifikasi pekerjaan.
Selain itu, opname juga memberikan manfaat
signifikan, seperti mencegah pemborosan anggaran, meningkatkan transparansi,
meminimalkan risiko kesalahan teknis maupun administrasi, serta memastikan
hasil bangunan desa lebih awet dan memenuhi standar mutu.
Antusias Peserta
Gunawan dan Tia, selaku PD dan PLD di wilayah
tersebut, menyatakan pelatihan ini sangat membantu mereka dalam memahami
mekanisme pengukuran pekerjaan fisik secara langsung.
"Kami senang karena bisa belajar sambil
praktik. Apalagi kami bukan dari latar belakang teknik sipil, jadi pelatihan
seperti ini sangat bermanfaat," ujar Gunawan usai kegiatan.
Peserta tampak aktif melakukan pengukuran dimensi
talud, melakukan evaluasi visual, hingga mengonversi hasil pengukuran ke dalam
format teknis sebagai bagian dari simulasi berita acara opname.
Penutup
Melalui kegiatan OJT ini, diharapkan pendamping
desa dan aparat kalurahan semakin memahami standar teknis pembangunan sarana
prasarana yang dibiayai dari Dana Desa. Selain meningkatkan kapasitas SDM,
kegiatan ini juga menjadi langkah penting menuju tata kelola pembangunan desa
yang profesional, transparan, dan akuntabel.(ts_nov 2025)

0 Komentar