P3MD Gunungkidul - Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul terus mendorong peningkatan kapasitas pengelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal), khususnya dalam penyusunan laporan keuangan yang tertib, transparan dan sesuai standar.
Pendampingan kali ini dilakukan Aris Nurkholis, TAPM Kabupaten Gunungkidul, bersama Pendamping Lokal Desa (PLD) Kapanewon Gedangsari kepada pengelola BUMKal Sejahtera Kalurahan Ngalang, Selasa (22/9/2026), bertempat di Rumah Cokelat Kalurahan Ngalang.
Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur, Sekretaris dan Bendahara BUMKal Sejahtera Ngalang. Pendampingan dikemas dalam suasana santai dan dialogis, sehingga pengelola dapat menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pencatatan maupun penyusunan laporan keuangan.
Fokus utama pendampingan adalah membahas tata cara penyusunan laporan keuangan BUMKal sesuai dengan Kepmendesa PDT Nomor 136 Tahun 2026. Pengelola tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teoritis, tetapi langsung melakukan praktik penyusunan laporan berdasarkan transaksi dan kondisi keuangan BUMKal.
Belajar Langsung Menggunakan Aplikasi PPAK BUM Desa
Salah satu bagian penting dalam pendampingan adalah praktik penggunaan Aplikasi PPAK BUM Desa berbasis Excel yang dikembangkan oleh PKN STAN. Aplikasi tersebut digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan BUMKal yang telah disesuaikan dengan standar sebagaimana diatur dalam Kepmendesa PDT Nomor 136 Tahun 2026.
Melalui praktik langsung, pengelola diarahkan memahami alur pencatatan transaksi, pengelompokan akun, hingga penyusunan laporan keuangan. Pendekatan praktik dipilih agar pengelola tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari.
Pendampingan juga menjadi ruang untuk melakukan pengecekan terhadap proses pencatatan yang selama ini dilakukan oleh BUMKal Sejahtera Ngalang. Berbagai pertanyaan dan permasalahan yang muncul dibahas bersama untuk menemukan solusi yang dapat diterapkan sesuai kondisi BUMKal.
Dorong Laporan Keuangan Lebih Tertib dan Akuntabel
Aris Nurkholis, TAPM Kabupaten Gunungkidul, mengatakan bahwa kemampuan menyusun laporan keuangan sesuai standar merupakan bagian penting dari penguatan tata kelola BUMKal.
“Laporan keuangan bukan sekadar kewajiban administrasi. Laporan keuangan merupakan alat bagi pengelola untuk mengetahui kondisi usaha, melihat perkembangan kinerja, mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan BUMKal,” ujar Aris.
Menurutnya, pendampingan dilakukan dengan pendekatan praktik agar pengelola BUMKal dapat memahami proses penyusunan laporan secara utuh. Penggunaan aplikasi berbasis Excel dari PKN STAN juga diharapkan dapat membantu pengelola melakukan pencatatan secara lebih sistematis.
“Kami tidak ingin pendampingan berhenti pada penjelasan teori. Pengelola kami ajak langsung membuka aplikasi, memasukkan transaksi, mengelompokkan akun dan melihat bagaimana transaksi tersebut menghasilkan laporan keuangan. Dengan praktik seperti ini, harapannya pengelola semakin terbiasa dan mandiri,” jelasnya.
Aris menambahkan, penerapan standar pelaporan perlu dilakukan secara bertahap dan konsisten. Pengelola BUMKal perlu memahami bahwa kualitas laporan keuangan sangat bergantung pada kualitas pencatatan transaksi sejak awal.
“Kuncinya ada pada disiplin pencatatan. Kalau transaksi dicatat dengan benar, didukung bukti yang lengkap dan menggunakan akun yang tepat, maka proses penyusunan laporan keuangan akan jauh lebih mudah. Karena itu, kami mendorong Direktur, Sekretaris dan Bendahara untuk memiliki pemahaman yang sama,” tambah Aris.
Pendampingan Berkelanjutan
Pendampingan kepada BUMKal Sejahtera Ngalang menjadi bagian dari upaya TAPM Kabupaten Gunungkidul untuk terus memperkuat kapasitas pengelola BUMKal dalam bidang tata kelola dan akuntabilitas keuangan.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian laporan, tetapi juga membangun kemampuan pengelola agar mampu menyusun dan memahami laporan keuangannya secara mandiri.
Dengan laporan keuangan yang disusun sesuai standar, BUMKal diharapkan memiliki informasi keuangan yang lebih baik sebagai dasar untuk mengevaluasi kinerja usaha, merencanakan pengembangan bisnis, mengendalikan biaya, serta mengambil keputusan secara lebih tepat.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam mendorong BUMKal di Gunungkidul semakin profesional dalam mengelola potensi ekonomi kalurahan dan mampu mempertanggungjawabkan pengelolaan usaha secara transparan dan akuntabel.
.jpeg)
0 Komentar