Dinas PMK2PS DIY Dorong BUMKal Dadi Mulyo Dengok Manfaatkan AI dan Kembangkan Usaha Berbasis Kelayakan



P3MD Gunungkidul - Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMK2PS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mendorong penguatan kapasitas Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) agar mampu mengembangkan usaha secara profesional, adaptif dan berbasis perhitungan.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pembinaan BUMKal Dadi Mulyo Kalurahan Dengok, yang mendorong pengelola BUMKal untuk mulai memanfaatkan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) sekaligus memperkuat kemampuan dalam mengembangkan usaha berdasarkan analisis kelayakan bisnis.

Hal tersebut disampaikan Murti Maharini, S.Sos., M.Ec.Dev. dari Dinas PMK2PS DIY dalam kegiatan pembinaan BUMKal Dadi Mulyo Dengok.

Menurut Murti, perkembangan teknologi menghadirkan peluang baru bagi BUMKal untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan sekaligus mendukung pengembangan usaha. AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam berbagai pekerjaan, mulai dari penggalian informasi, penyusunan dokumen, analisis data hingga pengembangan strategi usaha.

Pemanfaatan teknologi tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses peningkatan kapasitas pengelola BUMKal. Dengan kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat, pengelola dapat menghemat waktu dalam pekerjaan tertentu dan lebih fokus pada aspek strategis pengembangan usaha.

AI sebagai Alat Bantu Pengembangan BUMKal

Pemanfaatan AI dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan BUMKal. Mulai dari pemetaan potensi lokal, penyusunan proposal, pengembangan rencana bisnis, pemasaran, pengembangan kemitraan, pelaporan hingga pengelolaan informasi usaha.

Teknologi AI juga dapat membantu BUMKal mengolah berbagai informasi yang dimiliki menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan kontrol dan verifikasi dari pengelola.

Data yang digunakan harus dipastikan valid, sementara hasil yang diberikan AI perlu disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

“Teknologi dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat bagi BUMKal. Namun, pengelola tetap harus memahami substansinya, melakukan pengecekan dan memastikan setiap keputusan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan kalurahan,” ujar Murti.

Pengembangan Usaha Harus Berbasis Kelayakan

Selain mendorong pemanfaatan teknologi, Dinas PMK2PS DIY juga menekankan pentingnya analisis kelayakan usaha sebelum BUMKal menjalankan atau mengembangkan suatu bisnis.

Menurut Murti, keberanian mengambil peluang usaha perlu diimbangi dengan kemampuan menghitung potensi keuntungan, kebutuhan modal, biaya operasional serta berbagai risiko yang mungkin muncul.

BUMKal perlu memiliki dasar yang kuat sebelum mengalokasikan modal untuk sebuah usaha. Analisis kelayakan dapat membantu pengelola melihat apakah sebuah ide usaha memiliki pasar, dapat dijalankan dengan sumber daya yang tersedia dan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain pasar dan pemasaran, teknis dan operasional, manajemen dan sumber daya manusia, hukum dan legalitas, serta aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.

“BUMKal jangan hanya melihat bahwa sebuah usaha terlihat menarik. Perlu dihitung apakah pasarnya ada, bagaimana operasionalnya, siapa yang akan mengelola, bagaimana legalitasnya, dan apa dampaknya bagi masyarakat serta lingkungan,” jelas Murti.

Mendorong BUMKal Lebih Adaptif

Pembinaan BUMKal Dadi Mulyo Dengok menjadi bagian dari upaya Dinas PMK2PS DIY untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus mendorong BUMKal agar lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis.

Pemanfaatan teknologi AI dan pengembangan usaha berbasis kelayakan diharapkan dapat berjalan beriringan. AI dapat digunakan untuk membantu proses pengumpulan dan pengolahan informasi, sementara analisis kelayakan menjadi dasar dalam menentukan keputusan bisnis.

Dengan pendekatan tersebut, BUMKal tidak hanya didorong untuk berani membuka usaha, tetapi juga mampu membaca peluang, menghitung risiko, memanfaatkan teknologi dan mengambil keputusan berdasarkan data serta perhitungan yang lebih matang.

Dinas PMK2PS DIY berharap penguatan kapasitas tersebut dapat mendorong BUMKal Dadi Mulyo Dengok semakin profesional dalam mengelola potensi kalurahan sekaligus mampu membangun usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar