Gunungkidul – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gunungkidul bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Patuk, dengan dukungan Pemerintah Kalurahan Nglanggeran, melaksanakan dokumentasi pelaksanaan dan pemanfaatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan ini bertujuan mendokumentasikan implementasi Program MBG secara komprehensif, mulai dari proses penyediaan makanan bergizi, distribusi kepada penerima manfaat, hingga testimoni para pemangku kepentingan dan masyarakat. Dokumentasi tersebut diharapkan menjadi media publikasi dan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Tim dokumentasi melakukan pengambilan video dan wawancara dengan Kepala SPPG Patuk, Pemerintah Kalurahan Nglanggeran, serta masyarakat penerima manfaat. Hasil wawancara menunjukkan bahwa Program MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang sehat dan produktif.
Kepala SPPG Patuk, Arky Ismail, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, serta ketepatan sasaran dalam pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan kuatnya sinergi antar pemangku kepentingan.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik melalui penyediaan makanan bergizi yang memenuhi standar mutu, higienis, aman dikonsumsi, dan tepat sasaran. Sinergi dengan TPP Kabupaten Gunungkidul serta Pemerintah Kalurahan akan terus kami perkuat agar Program Makan Bergizi Gratis mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Arky Ismail.
Sementara itu, Purba Widada, Lurah Nglanggeran mengapresiasi kolaborasi antara SPPG Patuk, TPP Kabupaten Gunungkidul, dan Pemerintah Kalurahan dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci agar program dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalurahan Nglanggeran, terutama bagi anak-anak PAUD dan TK, siswa sekolah dasar, serta ibu hamil dan ibu menyusui. Pemenuhan asupan gizi bagi kelompok sasaran tersebut menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
"Melalui program ini, kebutuhan gizi anak-anak dapat terpenuhi dengan lebih baik. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berdaya saing, serta siap menjadi penerus pembangunan bangsa di masa depan," ungkap Purba Widada.
Selain itu, Ia juga berharap Program MBG dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Selain meningkatkan kualitas gizi, program tersebut dinilai berperan penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pola makan sehat sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas generasi mendatang.
"Kami berharap Program MBG dapat terus berjalan dengan dukungan seluruh pihak. Kehadirannya bukan sekadar membantu pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi investasi bersama dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif demi kemajuan Kalurahan Nglanggeran," ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari masyarakat penerima manfaat. Salah seorang warga menyampaikan bahwa Program MBG memberikan manfaat langsung bagi keluarga melalui penyediaan makanan bergizi dengan menu yang beragam dan berkualitas.
"Program ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan makanan bergizi setiap hari. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," tuturnya.
Kolaborasi antara TPP Kabupaten Gunungkidul, SPPG Patuk, dan Pemerintah Kalurahan Nglanggeran menjadi contoh sinergi yang mendukung keberhasilan implementasi salah satu program prioritas nasional. Dokumentasi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi bahan publikasi, tetapi juga menjadi referensi praktik baik (best practice) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. (HSGK2026)

0 Komentar