P3MD Gunungkidul, 9 Juli 2026 - Upaya memperkuat kelembagaan dan tata kelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) terus dilakukan Pemerintah Kalurahan Tancep. Kamis (9/7), diselenggarakan kegiatan pelatihan kelembagaan dan penatausahaan BUMKal Handayani yang dirangkaikan dengan kunjungan lapangan sebagai bagian dari pendampingan peningkatan kapasitas pengelola BUMKal.Kegiatan yang berlangsung di Balai Kalurahan Tancep ini diikuti oleh Pemerintah Kalurahan, jajaran pengurus BUMKal Handayani, Badan Pengawas BUMKal, serta Pendamping Desa. Pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai tata kelola kelembagaan, administrasi, dan pengelolaan unit usaha agar BUMKal mampu berperan sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal) dan kesejahteraan masyarakat.
Materi pelatihan disampaikan oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul bersama Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kapanewon Tanjungsari. Pembahasan meliputi penguatan kelembagaan BUMKal, tugas dan fungsi pengelola, penatausahaan administrasi, penyusunan laporan keuangan, serta penerapan prinsip tata kelola yang akuntabel, transparan, profesional, dan berkelanjutan dalam pengelolaan usaha BUMKal.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan evaluasi terhadap kondisi aktual BUMKal Handayani. Suasana diskusi berlangsung aktif dengan mengulas perkembangan sejumlah unit usaha yang telah dijalankan, antara lain unit penggemukan sapi, pengelolaan parkir, pengelolaan pasar, serta unit usaha pinjaman. Evaluasi tersebut menjadi sarana untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, dan peluang pengembangan usaha yang dimiliki BUMKal.
Lurah Tancep Yudianto menyampaikan harapannya agar BUMKal Handayani terus berkembang menjadi lembaga usaha yang sehat, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Kalurahan. Menurutnya, salah satu potensi yang perlu dioptimalkan adalah pengelolaan destinasi wisata Watu Tetes yang memiliki panorama alam yang indah dan berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional.
Dari hasil evaluasi, diperoleh sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya perlunya penguatan manajemen pada setiap unit usaha, peningkatan tertib administrasi dan pencatatan keuangan, evaluasi terhadap unit usaha yang belum memberikan hasil optimal, serta penyusunan rencana pengembangan usaha yang disesuaikan dengan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat Kalurahan Tancep. Selain itu, Pemerintah Kalurahan bersama Badan Pengawas BUMKal didorong untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan keberlanjutan usaha, memperkuat kesehatan kelembagaan, dan meningkatkan kinerja BUMKal Handayani sebagai motor penggerak ekonomi desa.

0 Komentar