P3MD Gunungkidul — Upaya peningkatan kapasitas dan kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) terus dilakukan melalui kegiatan pendampingan pemeringkatan yang digelar di Kapanewon Playen, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kantor BUMKal Bangun Mandiri Bandung dan diikuti oleh perwakilan dari BUMKal Logandeng serta BUMKal Ngawu.
Pendampingan ini difasilitasi oleh Tim Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, yang terdiri dari Hery Santoso, Teguh Santosa, dan Aris Nurkholis. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pendamping Desa (PD) Jhon Emilton serta Pendamping Lokal Desa (PLD) Lilis Nurdianti.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pendampingan teknis secara langsung dalam proses penginputan data pemeringkatan BUM Desa ke dalam aplikasi yang telah disediakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT).
Tim TAPM sebagai fasilitator menyampaikan bahwa pemeringkatan BUM Desa menjadi instrumen penting untuk mengukur kinerja dan perkembangan usaha desa secara objektif dan terstandar. Oleh karena itu, akurasi data yang diinput menjadi kunci utama dalam menghasilkan penilaian yang valid.
“Melalui pendampingan ini, kami memastikan bahwa seluruh data yang dimasukkan telah sesuai dengan kondisi riil di lapangan, sehingga hasil pemeringkatan benar-benar mencerminkan kinerja BUM Desa,” ujar Hery Santoso.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi para pengelola BUM Desa untuk saling berbagi pengalaman dan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan usaha desa, termasuk dalam aspek administrasi, keuangan, dan pengembangan unit usaha.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan BUMKal di wilayah Kapanewon Playen dapat meningkatkan kualitas pengelolaan dan mampu bersaing secara sehat melalui pemeringkatan yang transparan dan akuntabel. Lebih jauh, hasil pemeringkatan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pengembangan BUM Desa ke depan. (ANK)

0 Komentar