P3MD Gunungkidul - Tenaga
Pendamping Profesional Gunungkidul menggelar rapat koordinasi Cluster 1 pada
Senin (18/5/2026) di RM Omah Lesung P-3 Joyo 1994. Kegiatan tersebut dihadiri
oleh Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Pendamping Desa (PD), serta
Pendamping Lokal Desa (PLD) dari sejumlah kapanewon, yakni Wonosari, Playen,
Semanu, Ponjong, Karangmojo, dan Rongkop.
Rapat
koordinasi difokuskan pada penguatan kinerja pendamping desa, khususnya dalam
pelaporan kegiatan melalui aplikasi Daily Report Pendamping Desa agar lebih
akuntabel dan sesuai ketentuan administrasi.
Koordinator
TAPM Gunungkidul, Hery Santoso, menegaskan pentingnya ketelitian dalam
penyusunan laporan kegiatan pendampingan. Menurutnya, sinkronisasi antara
jumlah kunjungan dan bukti kunjungan harus menjadi perhatian utama seluruh TPP.
“Agar
teman-teman TPP betul-betul memperhatikan jumlah kunjungan dan bukti kunjungan
harus sinkron dan urut. Deskripsi kegiatan juga harus mencantumkan unsur 5W1H
sehingga dapat menjelaskan kegiatan beserta output yang dilaksanakan,” ujarnya
dalam forum koordinasi tersebut.
Selain
evaluasi pelaporan Daily Report, kegiatan juga dilanjutkan dengan pembahasan
evaluasi e-Kinerja (Evkin) TPP triwulan pertama tahun 2026. Dalam sesi
tersebut, peserta mendapatkan penjelasan teknis terkait capaian kinerja serta
langkah-langkah perbaikan dalam pelaksanaan pendampingan desa.
Rapat
koordinasi turut membahas sejumlah agenda strategis lainnya, di antaranya
percepatan input Data Indeks Desa, percepatan pencairan Dana Desa Tahap II,
serta bimbingan teknis fasilitasi pendampingan realisasi Dana Desa melalui
aplikasi Siskeudes sebagai bahan input data pada aplikasi OMSPAN.
Selain
itu, dibahas pula evaluasi pemeringkatan BUMKal, tata cara penginputan form
pemanfaatan Dana Desa, laporan penyaluran BLT Desa, laporan BNBA, laporan PPM,
laporan peningkatan kapasitas, hingga laporan kegiatan BUMKal dan ketahanan
pangan. Seluruh materi disampaikan oleh masing-masing penanggung jawab kegiatan
(PIC).
Dalam
forum tersebut, para pendamping desa juga diberikan ruang untuk menyampaikan
berbagai situasi dan kondisi di lapangan selama proses pendampingan di kapanewon
masing-masing. Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya koordinasi dan
penyamaan persepsi guna meningkatkan efektivitas pendampingan desa di Kabupaten
Gunungkidul.

0 Komentar