Dari Pipanisasi hingga CCTV, Teknologi Tepat Guna Perkuat Sentra Cabai Semugih

 

Dari Pipanisasi hingga CCTV, Teknologi Tepat Guna Perkuat Sentra Cabai Semugih

 

@TTG untuk kita semua

Gunungkidul – Kalurahan Semugih terus berinovasi dalam mengembangkan sektor pertanian desa. Melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, sentra agropolitan cabai yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi, keberlanjutan, dan keamanan usaha tani.

Pengembangan sentra agropolitan cabai yang berlokasi di Kalurahan Semugih ini didukung oleh Dana Desa Tahun 2025 melalui program ketahanan pangan dengan total anggaran sebesar Rp222.735.000,00. Program tersebut dirancang sebagai sistem pertanian terpadu yang mencakup budidaya cabai, pepaya California, serta ikan air tawar, dengan pendekatan teknologi yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan masyarakat desa.

Pendamping Desa Rongkop, Gunawan Aribowo, menjelaskan bahwa penerapan teknologi tepat guna menjadi bagian penting dari strategi pengembangan kawasan. “Teknologi yang digunakan tidak rumit, mudah dioperasikan warga, namun berdampak langsung pada produktivitas dan efisiensi,” ujarnya. Hingga saat ini, realisasi anggaran baru mencapai Rp87.067.250,00, dan sisanya akan dimanfaatkan secara bertahap sesuai rencana kegiatan.

Salah satu bentuk nyata pemanfaatan teknologi tepat guna adalah penggunaan sistem irigasi pipanisasi. Sistem ini berperan penting dalam menjaga ketersediaan air bagi tanaman cabai, terutama di tengah kondisi curah hujan yang terbatas. Dengan pipanisasi, distribusi air menjadi lebih merata, hemat tenaga, dan mampu menekan risiko kekeringan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Untuk komoditas utama, sebanyak 5.300 tanaman cabai telah ditanam dan dikelola dengan pendekatan budidaya yang lebih terukur. Teknologi sederhana namun efektif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi dan kualitas hasil panen. Sementara itu, pengembangan pepaya California dan ikan air tawar menjadi bagian dari diversifikasi usaha berbasis teknologi sederhana, agar petani memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam.

Tidak hanya aspek produksi, penerapan teknologi tepat guna juga menyentuh sistem keamanan kebun. Pengelola sentra agropolitan memanfaatkan CCTV sebagai alat pengawasan area kebun. Keberadaan CCTV membantu memantau aktivitas di lokasi, mencegah pencurian, serta memberikan rasa aman bagi petani dalam mengelola lahannya.

Selain itu, inovasi lokal seperti pemanfaatan air leri sebagai pupuk organik cair turut dikembangkan. Teknologi sederhana ini mendorong keswadayaan warga, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Keunggulan lain dari pengembangan sentra agropolitan Semugih adalah telah tersusunnya masterplan kawasan. Dokumen ini menjadi panduan arah pengembangan berbasis teknologi tepat guna, mulai dari penyiapan lahan, penanaman, perawatan, penguatan kapasitas petani, hingga pemasaran dan analisis pasca panen.

Dengan dukungan teknologi yang sesuai kebutuhan lapangan, partisipasi aktif masyarakat, serta perencanaan yang matang, sentra agropolitan cabai Semugih diharapkan mampu tumbuh sebagai model pengembangan pertanian desa berbasis teknologi tepat guna. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan, sejalan dengan cita-cita gemah ripah loh jinawi, tata titi, tentrem kerta raharja. (tgs-feb 2026)

Posting Komentar

0 Komentar