Capaian tertinggi tercatat di Kapanewon Rongkop yang berhasil menyelesaikan Muskal di seluruh 8 kalurahan atau 100 persen. Selain itu, progres signifikan juga terlihat di Kapanewon Semin dengan capaian 80 persen, serta Kapanewon Patuk yang telah mencapai 73 persen. Kapanewon Playen turut mencatat progres positif dengan realisasi 69 persen.
Sebaliknya, masih terdapat kapanewon yang belum melaksanakan Muskal sama sekali, seperti Kapanewon Nglipar dan Kapanewon Karangmojo dengan capaian 0 persen. Kondisi ini menunjukkan perlunya percepatan koordinasi agar agenda tahunan BUMKal dapat segera terlaksana.
Dari sisi penjadwalan, tercatat 19 kalurahan telah menetapkan jadwal Muskal, sementara 65 kalurahan lainnya belum menjadwalkan kegiatan tersebut. Beberapa kapanewon dengan tingkat penjadwalan rendah antara lain Kapanewon Karangmojo yang seluruh kalurahannya belum menjadwalkan Muskal, disusul Kapanewon Ngawen (83 persen belum terjadwal), Kapanewon Semanu dan Kapanewon Tanjungsari (masing-masing 80 persen).
Sementara itu, sejumlah kapanewon menunjukkan kesiapan lebih baik dalam penjadwalan, seperti Kapanewon Nglipar yang seluruh kalurahannya telah memiliki agenda Muskal, serta Kapanewon Saptosari dan Kapanewon Patuk dengan tingkat kalurahan belum terjadwal relatif kecil.
Secara umum, data ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan Muskal Tahunan BUMKal di Gunungkidul telah berjalan, namun masih membutuhkan dorongan agar lebih merata di seluruh wilayah. Peran aktif pemerintah kapanewon, kalurahan, serta tenaga pendamping diharapkan dapat mempercepat proses penjadwalan sekaligus memastikan Muskal terlaksana tepat waktu sebagai bagian dari penguatan tata kelola BUMKal dan akuntabilitas usaha desa. (ANK)

1 Komentar
Lanjutkan.... Warta berita dari lantai 2 DIY... hikhikhik
BalasHapus