Patuk – Dalam rangka percepatan penyaluran penyertaan modal ketahanan pangan kepada BUMKal Migunani Beji, Tim TAPM Kabupaten Gunungkidul bersama Pendamping Desa kembali melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) di Kalurahan Beji, Kapanewon Patuk, Senin (1/12/2025).
Kegiatan Monev ini dipimpin langsung oleh Korkab Gunungkidul, Hery Santoso, dan diikuti oleh tim TAPM lainnya yaitu Aris Nurkholis, dan Khusnudin. Sementara dari Pendamping Desa hadir Nusa Atmaja dan Itsnaini. Agenda utama Monev difokuskan pada tindak lanjut rekomendasi sebelumnya, khususnya terkait perbaikan proposal dan analisa kelayakan usaha yang diajukan BUMKal Migunani Beji.
Selain itu, tim juga meninjau perkembangan proses perubahan dokumen Anggaran Dasar BUMKal yang menjadi salah satu syarat penting dalam penguatan legalitas pengelolaan usaha.
Lurah Beji, Arif Wahyu Saputra, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perbaikan proposal serta analisis kelayakan usaha telah dilakukan sesuai arahan sebelumnya. Bahkan, setelah perbaikan, usaha budidaya bebek petelur direncanakan mengalami peningkatan kapasitas produksi dari semula 500 ekor menjadi 750 ekor.
“BUMKal bersama pengelola ketahanan pangan juga sudah melakukan survei lokasi pembangunan kandang serta penjajakan suplier untuk mendukung pengembangan usaha bebek petelur,” ungkap Arif.
Sementara itu, Carik Beji Agus Harmanto menambahkan bahwa perubahan Anggaran Dasar BUMKal sedang dalam proses. Namun pihaknya masih meminta konfirmasi dari TAPM terkait kebutuhan sumber daya manusia yang akan mengelola unit usaha ketahanan pangan tersebut.
Menanggapi hal itu, Aris Nurkholis dari TAPM Gunungkidul menegaskan bahwa optimalisasi SDM internal harus menjadi prioritas dalam pengelolaan usaha ketahanan pangan.
“Pengelolaan ketahanan pangan semaksimal mungkin dilakukan oleh pengurus BUMKal yang sudah ada. Jika ke depan beban kerja semakin besar dan tidak dapat ditangani oleh pengurus yang ada, barulah dapat dipertimbangkan perekrutan karyawan baru,” jelasnya.
Aris juga menekankan bahwa jika rekrutmen baru diperlukan, BUMKal harus memperhitungkan beban operasional yang akan ditanggung agar tidak memberatkan kondisi keuangan lembaga.
Dengan pelaksanaan Monev ini, diharapkan penyaluran penyertaan modal untuk penguatan usaha ketahanan pangan di BUMKal Migunani Beji dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran, serta mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat kalurahan setempat. (ANK)
.png)
0 Komentar