Menjelang Akhir Tahun 2025, TAPM Gunungkidul Himbau KPM untuk Optimalkan Pelaporan Konvergensi Stunting pada Aplikasi e-HDW



Wonosari (22/12/2025) - Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, Aris Nurkholis Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul mengimbau seluruh Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Kabupaten Gunungkidul untuk mengoptimalkan pelaporan capaian indikator layanan stunting melalui Aplikasi e-Human Development Worker (e-HDW).

Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya penguatan konvergensi percepatan penurunan stunting, sekaligus memastikan bahwa seluruh intervensi spesifik dan sensitif yang telah dilaksanakan di tingkat kalurahan dapat terdokumentasi secara lengkap, akurat, dan tepat waktu. Aris Nurkholis menegaskan bahwa data yang diinput oleh KPM melalui e-HDW menjadi rujukan penting dalam pengambilan kebijakan, evaluasi kinerja, serta penentuan arah program penanganan stunting di tingkat kabupaten hingga nasional.

Lebih lanjut Aris Nurkholis menyoroti masih ditemukannya ketidaksesuaian antara pelaksanaan layanan di lapangan dengan data yang tercatat dalam aplikasi, baik dari sisi kelengkapan indikator maupun ketepatan waktu pelaporan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi penilaian capaian konvergensi stunting di tingkat kalurahan, meskipun secara faktual kegiatan telah dilaksanakan. Selain itu juga ditemukan ada beberapa kalurahan yang capaian skor konvergensinya masih di bawah 40 persen atau masuk dalam kategori kurang.

“Kader KPM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pendataan dan pemantauan layanan stunting di kalurahan. Oleh karena itu, pelaporan melalui e-HDW tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi bagian penting dari akuntabilitas program dan upaya bersama menurunkan angka stunting,” tegas Aris Nurkholis.

Melalui momentum akhir tahun ini, Aris Nurkholis mendorong kader KPM untuk lebih proaktif melakukan koordinasi dengan pemerintah kalurahan, bidan desa, kader kesehatan, serta unsur terkait lainnya guna memastikan seluruh indikator layanan, mulai dari kesehatan ibu dan anak, gizi, sanitasi, hingga perlindungan sosial telah terlapor dengan benar dan akurat di aplikasi e-HDW.

Selain itu, Aris Nurkholis juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas data e-HDW akan berkontribusi langsung terhadap penilaian kinerja kalurahan dalam pelaksanaan program prioritas nasional, khususnya percepatan penurunan stunting. Dengan data yang valid dan mutakhir, intervensi dapat dirancang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Di akhir imbauannya, Aris Nurkholis berharap seluruh kader KPM dapat memanfaatkan sisa waktu di tahun 2025 untuk melakukan pemutakhiran data secara optimal, sehingga capaian kerja di tingkat kalurahan benar-benar tercermin dalam sistem pelaporan dan mendukung terwujudnya Gunungkidul yang lebih sehat dan berkualitas. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar