PLAYEN, GUNUNGKIDUL — Dua puluh tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Bagi BUMKalma Satu Hati Playen Lkd, dua dekade merupakan perjalanan panjang tentang ketekunan, kebersamaan, kepercayaan masyarakat, sekaligus kemampuan bangkit dari situasi sulit.
Semangat itulah yang terasa dalam tasyakuran dan doa bersama HUT ke-20 BUMKalma Satu Hati Playen Lkd, Senin (21/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan lembaga sejak berdiri pada 2006 hingga berkembang menjadi salah satu BUMKalma Lkd yang memperoleh penghargaan sebagai BUMKalma Lkd Inspiratif Nasional dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT).
Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DBM Satu Hati. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul Drs. Supraptono yang mewakili Bupati Gunungkidul, Kepala DPMKP2KB Rahmadian Widiyanto beserta jajaran, Forkompinkap Playen, para lurah se-Kapanewon Playen selaku penasihat, pengawas, Pelaksana Operasional BUMKalma Satu Hati Drs. Supartono beserta karyawan, kelompok SPP, TAPM, para direktur BUMKalma se-Gunungkidul, serta sejumlah lembaga keuangan yang mengelola usaha di Kabupaten Gunungkidul.
Berawal dari Gempa, Tumbuh Menjadi Kekuatan Ekonomi Masyarakat
Dalam pemaparan perjalanan lembaga, disampaikan bahwa BUMKalma Satu Hati berawal dari UPK DBM Satu Hati yang berdiri pada 2006, tidak lama setelah bencana gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta dan sekitarnya pada 27 Mei 2006.
Pada masa tersebut, masyarakat menghadapi situasi sulit dan membutuhkan dukungan untuk kembali membangun kehidupan ekonomi. Modal awal sekitar Rp2,5 miliar kemudian dikelola melalui semangat pemberdayaan masyarakat.
Dua puluh tahun kemudian, lembaga tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada 2026, BUMKalma Satu Hati telah memiliki aset sekitar Rp17 miliar, dengan catatan kredit bermasalah atau NPL yang disampaikan sekitar Rp10 juta.
Dari sisi penerima manfaat, terdapat 1.873 kepala keluarga yang tergabung dalam 338 kelompok SPP, serta sekitar 2.005 kepala keluarga peminjam individu.
Saat ini, kegiatan usaha BUMKalma Satu Hati meliputi DBM, LPG, dan Sebrakan yang diperuntukkan khusus bagi anggota DBM.
Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mudah. Berbagai tantangan dan persoalan justru menjadi bagian dari proses belajar untuk mempertahankan eksistensi lembaga. Karena itu, peringatan HUT ke-20 mengangkat tema “Mangesthi Pengaruh Ambangun Nagari”, sebuah tekad untuk terus memberikan pengaruh dan kontribusi dalam membangun negeri.
Pendopo Satu Hati, Simbol Kerja Bersama
Salah satu bagian penting dalam peringatan HUT ke-20 adalah peresmian Pendopo Satu Hati. Bangunan tersebut dibangun menggunakan hadiah yang diperoleh BUMKalma Satu Hati atas penghargaan sebagai BUMKalma Lkd Inspiratif Nasional.
Pendopo tersebut bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi simbol bahwa keberhasilan lembaga merupakan hasil kerja bersama antara pengelola, kelompok masyarakat, pemerintah, pendamping, dan seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan.
Dalam sambutan Bupati Gunungkidul yang disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja, Drs. Supraptono, disampaikan bahwa peringatan 20 tahun hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai pertambahan usia kelembagaan.
“Peringatan 20 tahun ini jangan hanya menjadi momentum bertambahnya umur, tetapi perlu dimaknai untuk mengoptimalkan kinerja, mengelola potensi dan membangun kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menerjemahkan tema Mangesthi Pengaruh Ambangun Nagari ke dalam kinerja nyata.
“Mangesthi Ambangun Negari harus diwujudkan dalam kinerja yang meningkat. Keinginan yang kuat harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Peresmian Pendopo Satu Hati juga diiringi harapan agar fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan BUMKalma dan masyarakat.
Pendopo itu sekaligus menjadi pengingat bahwa penghargaan yang diterima bukanlah hasil kerja perseorangan, melainkan buah dari kerja bersama seluruh unsur BUMKalma dan masyarakat penerima manfaat.
“Musibah Membawa Barokah”
Pesan reflektif disampaikan Ustadz Solihin, MA dalam tausiyahnya. Ia mengajak seluruh pengelola dan kelompok masyarakat untuk melihat perjalanan BUMKalma Satu Hati sebagai proses panjang yang penuh pembelajaran.
“Kerja ikhlas, kerja tuntas BUMKalma bersama kelompok SPP telah menghantarkan derajat prestasi inspiratif secara nasional,” tuturnya.
Ia juga menggambarkan perjalanan BUMKalma dengan ungkapan “musibah membawa barokah”. Gempa bumi tahun 2006 menjadi titik awal hadirnya dukungan modal sekitar Rp2,5 miliar yang kemudian berkembang menjadi sekitar Rp17 miliar.
“Dengan keyakinan, kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas, insyaallah masalah yang masih ada akan dapat diselesaikan dan lembaga ini terus berkembang,” katanya.
Menurutnya, tasyakuran bukan sekadar kegiatan seremonial. Kata tasyakur harus dimaknai sebagai pembukaan jalan menuju kebaikan, keberkahan, kebahagiaan dan rahmat yang berkelanjutan.
Mangesthi Pengaruh Ambangun Nagari
Ustadz Solihin menjelaskan bahwa tema “Mangesthi Pengaruh Ambangun Nagari” mengandung pesan tentang kemauan untuk mewujudkan niat membangun kesejahteraan negeri.
Kemauan tersebut, menurutnya, harus dibangun dengan niat, rasa syukur, kebersamaan dan ketekunan.
Ia juga menekankan makna kata pengkuh sebagai sesuatu yang kuat sekaligus amanah.
“Kalau pengelolanya tidak amanah, lembaganya bisa bubrah. Karena itu, kekuatan lembaga harus dibangun dengan amanah,” tegasnya.
Sementara ambangun nagari dimaknai sebagai tekad untuk mewujudkan tujuan pembangunan dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Tumpeng sebagai Simbol Kebersamaan
Dalam rangkaian tasyakuran, lomba tumpeng juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-20. Tumpeng tidak hanya dilihat sebagai hidangan tradisional, tetapi juga memiliki makna simbolik.
Nasi putih menggambarkan kesucian niat. Aneka sayuran menggambarkan keberagaman yang menyatu dalam kebersamaan. Sementara bentuk tumpeng yang menjulang dan lancip menjadi simbol arah dan tekad untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
Selain tumpeng, rangkaian HUT ke-20 juga diisi dengan servis sepeda motor hemat untuk 100 kendaraan dengan biaya Rp20 ribu serta kegiatan donor darah yang berhasil menghimpun 60 orang pendonor.
Menjaga yang Baik, Mengambil yang Lebih Baik
Menutup tausiyahnya, Ustadz Solihin mengajak seluruh keluarga besar BUMKalma Satu Hati untuk tidak berhenti pada keberhasilan masa lalu.
Perjalanan 20 tahun harus menjadi pijakan untuk terus belajar, memperbaiki pengelolaan, meningkatkan pelayanan, dan mencari inovasi baru.
Semangat tersebut dirangkum dalam kaidah:
“Al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah.”
Yakni memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.
Pesan itu menjadi relevan bagi BUMKalma Satu Hati yang kini memasuki usia dua dekade. Prestasi nasional menjadi catatan penting, tetapi tantangan ke depan tetap membutuhkan kedisiplinan, profesionalisme, transparansi, inovasi dan amanah dalam mengelola usaha.
Dua puluh tahun perjalanan Satu Hati akhirnya bukan sekadar cerita tentang bertambahnya usia sebuah lembaga. Ia adalah cerita tentang bagaimana masyarakat belajar bangkit, mengelola kepercayaan, membangun kebersamaan, dan mengubah modal pemberdayaan menjadi kekuatan ekonomi yang terus tumbuh.
Dengan semangat Mangesthi Pengaruh Ambangun Nagari, perjalanan 20 tahun BUMKalma Satu Hati diharapkan menjadi pijakan untuk memasuki babak berikutnya: tetap menjaga yang baik, berani mengambil yang lebih baik, dan terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

0 Komentar