P3MD Gunungkidul — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gunungkidul menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan data per April 2026, mayoritas kalurahan telah mencapai kategori konvergensi stunting “Sangat Baik”, menandakan semakin kuatnya sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting di tingkat kalurahan/desa.
Dari total kalurahan yang ada, sebanyak 81 kalurahan atau 56 persen telah masuk kategori “Sangat Baik”. Capaian ini menjadi indikator bahwa intervensi gizi spesifik dan sensitif berjalan semakin terintegrasi, mulai dari layanan kesehatan, sanitasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, 32 kalurahan (22 persen) berada pada kategori “Baik”, disusul 16 kalurahan (11 persen) dalam kategori “Cukup Baik”, dan 10 kalurahan (7 persen) pada kategori “Cukup”. Adapun kalurahan dengan kategori “Kurang” tersisa 5 kalurahan atau sekitar 3 persen.
Capaian ini menunjukkan tren positif dalam pelaksanaan konvergensi stunting di Gunungkidul, di mana sebagian besar wilayah telah mampu mengintegrasikan berbagai program intervensi secara efektif. Konvergensi stunting sendiri merupakan pendekatan yang mengedepankan koordinasi antar sektor untuk memastikan sasaran prioritas, khususnya keluarga berisiko stunting, mendapatkan layanan secara terpadu.
Menanggapi capaian tersebut, Aris Nurkholis selaku PIC Konvergensi Stunting TAPM Gunungkidul menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader KPM se-Kabupaten Gunungkidul atas komitmen dan kerja sama yang telah terbangun.
“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader KPM di Gunungkidul yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam mendukung percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Ia menambahkan, bagi kalurahan dengan skor konvergensi yang sudah baik dan sangat baik, diharapkan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan kualitasnya. Sementara itu, bagi kalurahan dengan kategori cukup dan cukup baik, perlu adanya penguatan intervensi agar ke depan mampu naik ke kategori yang lebih tinggi.
“Sedangkan untuk kalurahan dengan skor konvergensi yang masih kurang, ini menjadi perhatian bersama agar dilakukan perbaikan dan peningkatan secara lebih optimal ke depan,” tegasnya.
Pendampingan oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) juga dinilai berperan penting dalam memastikan perencanaan dan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu, komitmen pemerintah kalurahan dalam mengalokasikan anggaran melalui Dana Desa turut mempercepat pencapaian target.
Dengan capaian lebih dari setengah kalurahan berada pada kategori tertinggi, Kabupaten Gunungkidul optimistis dapat terus menekan angka stunting secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor, konsistensi intervensi, serta pengawasan berkelanjutan diharapkan mampu mendorong seluruh kalurahan mencapai kategori “Sangat Baik” dalam waktu mendatang. (ANK)

2 Komentar
Karena TAPM nya luar biasa ...
BalasHapusBiasa diluar...
Hapus