TAPM Gunungkidul Monitoring Program Padat Karya Tunai di Kalurahan Semanu, Kawal Kualitas Pembangunan dan Pemberdayaan Warga


P3MD Gunungkidul -
Pelaksanaan Program Padat Karya Tunai (PKT) di Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, mendapat monitoring lapangan pada Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.

Monitoring dilaksanakan di Dusun Munggi dengan memantau pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan lingkungan menggunakan konstruksi cor rabat beton. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur kalurahan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui pola Padat Karya Tunai.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan PKT di Kalurahan Semanu memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp100 juta untuk setiap titik pekerjaan. Dengan rencana pelaksanaan pada dua titik kegiatan, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp200 juta.

Pekerjaan pembangunan jalan lingkungan direncanakan memiliki dimensi panjang 150 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 10 sentimeter pada setiap titik. Pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 18 hari dengan melibatkan sebanyak 26 orang tenaga kerja setiap harinya.

Melalui pola pelaksanaan tersebut, setiap titik pekerjaan diproyeksikan mampu menyerap 468 Hari Orang Kerja (HOK). Keterlibatan masyarakat setempat menjadi salah satu aspek penting dalam program ini, karena selain menghasilkan infrastruktur yang dibutuhkan warga, kegiatan juga membuka kesempatan kerja dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.

Dalam kegiatan monitoring, perhatian diarahkan pada perkembangan pekerjaan fisik, kesesuaian dimensi dan spesifikasi teknis, kualitas konstruksi, serta keterlibatan tenaga kerja lokal. Pemantauan juga dilakukan untuk memastikan prinsip Padat Karya Tunai benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga manfaat anggaran tidak hanya terwujud dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Aris Nurkholis dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa monitoring merupakan bagian penting untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan dan perencanaan.

“Program Padat Karya Tunai tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memiliki tujuan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kualitas hasil pekerjaan dan keterlibatan tenaga kerja lokal harus sama-sama menjadi perhatian. Kita berharap pembangunan jalan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus membuka kesempatan kerja bagi warga setempat,” ungkap Aris.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan. Dengan pelaksanaan yang tertib dan pengawasan yang baik, hasil pembangunan diharapkan memiliki kualitas yang memadai serta dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Selain melaksanakan monitoring lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan koordinasi bersama Pendamping Desa Kapanewon Semanu. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari penguatan komunikasi dan sinergi pendampingan dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan di tingkat kalurahan.

Melalui koordinasi ini, diharapkan berbagai perkembangan pelaksanaan kegiatan, kendala di lapangan, serta tindak lanjut yang diperlukan dapat dikomunikasikan dengan baik. Peran pendamping desa menjadi penting dalam mendukung pemerintah kalurahan agar pelaksanaan program berjalan tertib, sesuai ketentuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pembangunan jalan lingkungan di Kalurahan Semanu diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, penerapan prinsip Padat Karya Tunai diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan tambahan penghasilan bagi masyarakat.

Melalui monitoring dan koordinasi secara berkelanjutan, pelaksanaan Program Padat Karya Tunai di Kalurahan Semanu diharapkan dapat berjalan sesuai perencanaan, menghasilkan infrastruktur berkualitas, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat kalurahan. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar