P3MD Gunungkidul - Pelaksanaan Program Padat Karya Tunai (PKT) yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, mendapat monitoring lapangan pada Senin (2/11/2026). Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Kegiatan monitoring dilaksanakan di dua lokasi pekerjaan, yakni Dusun Doga dan Dusun Gunung Butak. Masing-masing lokasi memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp100 juta, sehingga total anggaran yang dialokasikan untuk kedua kegiatan tersebut mencapai Rp200 juta.
Pekerjaan yang dilaksanakan berupa pembangunan jalan lingkungan dengan konstruksi cor rabat beton. Pada masing-masing lokasi, pembangunan direncanakan memiliki panjang 150 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 10 sentimeter. Pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 18 hari dengan melibatkan 26 orang tenaga kerja setiap harinya.
Dengan pola pelaksanaan tersebut, setiap lokasi kegiatan diproyeksikan menyerap sebanyak 468 Hari Orang Kerja (HOK). Jika dihitung dari dua lokasi, total serapan tenaga kerja mencapai 936 HOK. Pelibatan tenaga kerja lokal menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan program ini karena selain menghasilkan infrastruktur lingkungan, kegiatan juga memberikan kesempatan kerja dan tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Dalam monitoring tersebut, Aris Nurkholis dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul melakukan pemantauan terhadap perkembangan pekerjaan fisik di lapangan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kesesuaian dimensi dan spesifikasi teknis pekerjaan, kualitas pelaksanaan konstruksi, keterlibatan tenaga kerja masyarakat setempat, serta penerapan prinsip Padat Karya Tunai dalam penggunaan anggaran.
Aris Nurkholis menyampaikan bahwa pelaksanaan program PKT tidak semata-mata berorientasi pada terselesaikannya pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus memperhatikan tujuan pemberdayaan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Program Padat Karya Tunai memiliki dua manfaat utama yang harus berjalan beriringan. Pertama, menghasilkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. Kedua, memberikan kesempatan kerja serta tambahan penghasilan bagi warga setempat melalui keterlibatan langsung dalam proses pembangunan. Karena itu, pelaksanaan kegiatan perlu dikawal agar kedua tujuan tersebut dapat tercapai,” ungkap Aris.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan perencanaan teknis yang telah ditetapkan. Volume pekerjaan, dimensi konstruksi, ketebalan beton, serta kualitas hasil pembangunan perlu menjadi perhatian agar infrastruktur yang dibangun memiliki daya manfaat dan ketahanan sesuai dengan peruntukannya.
Menurutnya, pengawasan juga diperlukan untuk memastikan bahwa penggunaan anggaran BKK Provinsi DIY dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Keterlibatan warga sebagai tenaga kerja harus menjadi bagian nyata dari pelaksanaan kegiatan, bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi program.
Pembangunan jalan lingkungan di Dusun Doga dan Dusun Gunung Butak diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Infrastruktur jalan yang lebih baik juga diharapkan mendukung kelancaran mobilitas warga serta menunjang kegiatan sosial dan ekonomi di lingkungan kalurahan.
Melalui monitoring lapangan ini, diharapkan pelaksanaan Program Padat Karya Tunai di Kalurahan Nglanggeran dapat berjalan sesuai perencanaan, memenuhi standar kualitas pekerjaan, serta menerapkan prinsip pemberdayaan masyarakat secara optimal.
Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan bantuan keuangan pemerintah untuk mendorong pembangunan infrastruktur sekaligus memperluas kesempatan kerja di tingkat kalurahan. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan dalam bentuk jalan lingkungan yang lebih baik, tetapi juga melalui peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. (ANK)

0 Komentar