Pekerjaan Fisik Hampir Tuntas, TAPM Gunungkidul Monitoring Program Padat Karya Tunai di Pacarejo



P3MD Gunungkidul - Pelaksanaan Program Padat Karya Tunai (PKT) yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, menunjukkan perkembangan positif. Hingga pelaksanaan monitoring pada Selasa (3/11/2026), pekerjaan utama pembangunan jalan lingkungan telah selesai dan hanya menyisakan pekerjaan finishing berupa pembuatan berem.

Monitoring dilakukan oleh Aris Nurkholis, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, di lokasi kegiatan yang berada di wilayah Pacing Lor. Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, memenuhi spesifikasi teknis, serta menerapkan prinsip Padat Karya Tunai melalui pelibatan tenaga kerja masyarakat setempat.

Program pembangunan jalan lingkungan tersebut memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp100 juta. Pekerjaan dilaksanakan menggunakan konstruksi cor rabat beton dengan dimensi panjang 150 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 10 sentimeter.

Pelaksanaan pekerjaan dimulai pada 19 Oktober 2026 dengan durasi selama 18 hari. Dalam proses pengerjaannya, kegiatan melibatkan sebanyak 26 orang tenaga kerja setiap hari. Pelibatan warga setempat menjadi bagian penting dari program PKT, karena selain menghasilkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, kegiatan ini juga membuka kesempatan kerja dan memberikan tambahan penghasilan bagi warga.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pekerjaan utama pembangunan jalan telah diselesaikan. Saat ini, pelaksana tinggal menyelesaikan pekerjaan finishing berupa pembuatan berem atau bagian tepi jalan untuk mendukung kerapian dan penyelesaian konstruksi secara keseluruhan.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Aris Nurkholis melakukan pemantauan terhadap hasil pekerjaan fisik, kesesuaian dimensi dan spesifikasi teknis, serta penerapan prinsip Padat Karya Tunai. Perhatian juga diberikan pada keterlibatan tenaga kerja lokal agar tujuan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring dengan pencapaian pembangunan infrastruktur.

Aris menyampaikan bahwa penyelesaian pekerjaan utama merupakan perkembangan yang perlu diikuti dengan penyempurnaan hasil akhir. Menurutnya, tahap finishing tetap harus diperhatikan agar jalan yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memiliki kualitas dan kerapian yang baik.

“Dari hasil monitoring, pekerjaan utama pembangunan jalan sudah selesai dan saat ini tinggal penyelesaian berem. Kami berharap pekerjaan finishing ini segera dituntaskan dengan tetap memperhatikan kualitas dan kesesuaian terhadap perencanaan. Jangan sampai pekerjaan yang secara umum sudah selesai justru kurang optimal pada tahap penyempurnaannya,” ungkap Aris.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan program Padat Karya Tunai perlu dilihat dari dua aspek sekaligus, yaitu kualitas infrastruktur yang dihasilkan dan manfaat ekonomi yang diterima masyarakat melalui keterlibatan sebagai tenaga kerja.

“Prinsip Padat Karya Tunai harus benar-benar diwujudkan melalui pelibatan masyarakat setempat. Dengan demikian, anggaran yang digunakan tidak hanya menghasilkan pembangunan jalan lingkungan, tetapi juga memberikan kesempatan kerja dan tambahan penghasilan bagi warga. Inilah manfaat yang harus terus dijaga dalam pelaksanaan program,” tambahnya.

Melalui pembangunan jalan lingkungan di wilayah Pacing Lor, diharapkan aksesibilitas masyarakat semakin baik dan dapat menunjang aktivitas sehari-hari. Infrastruktur yang memadai juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga, baik dalam mendukung mobilitas maupun kegiatan sosial dan ekonomi.

Monitoring ini menjadi bagian dari upaya pengawalan pelaksanaan program agar penggunaan anggaran BKK Provinsi DIY dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat secara optimal. Dengan penyelesaian pekerjaan finishing sesuai standar yang ditetapkan, pembangunan jalan lingkungan melalui Program Padat Karya Tunai di Kalurahan Pacarejo diharapkan segera tuntas secara menyeluruh dan dapat dimanfaatkan masyarakat. (ANK)

Posting Komentar

0 Komentar