P3MD Gunungkidul — Progres publikasi tulisan pendampingan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di weblog periode April 2026 menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Berdasarkan data terbaru, total publikasi telah mencapai 189 tulisan yang tersebar di berbagai kapanewon di Kabupaten Gunungkidul.
Kontribusi terbesar berasal dari tingkat kabupaten dengan 51 publikasi. Sejumlah kapanewon juga menunjukkan kinerja yang cukup menonjol, seperti Rongkop dengan 41 tulisan, Semin 29 tulisan, serta Ngawen yang telah menghasilkan 25 publikasi. Tanjungsari turut berkontribusi dengan 15 tulisan, disusul Ponjong sebanyak 10 tulisan dan Girisubo 7 tulisan.
Namun demikian, ketimpangan publikasi masih terlihat cukup jelas. Beberapa kapanewon bahkan belum mencatatkan publikasi sama sekali, yakni Wonosari, Patuk, Paliyan, Panggang, Karangmojo, Gedangsari, Saptosari, dan Purwosari. Sementara itu, Nglipar baru mencatatkan 3 tulisan, Playen 2 tulisan, dan Tepus 1 tulisan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat publikasi weblog merupakan salah satu indikator penting dalam mendokumentasikan aktivitas pendampingan sekaligus sebagai media diseminasi informasi kepada masyarakat.
Aris Nurkholis selaku PIC Media dan Informasi TAPM Kabupaten Gunungkidul menegaskan bahwa publikasi tidak hanya berfungsi sebagai laporan kegiatan, tetapi juga sebagai sarana berbagi praktik baik (best practice) antar wilayah. “Melalui weblog, setiap pendamping dapat menunjukkan peran dan kontribusinya di lapangan, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas kinerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya percepatan publikasi akan terus didorong, terutama bagi kapanewon yang masih belum aktif. Pendamping diharapkan dapat lebih konsisten dalam mendokumentasikan kegiatan pendampingan secara rutin dan berkualitas.
Dengan capaian 189 publikasi hingga April 2026, Kabupaten Gunungkidul optimistis dapat terus meningkatkan kuantitas dan kualitas tulisan. Selain itu, pemerataan kontribusi antar kapanewon juga menjadi fokus penting ke depan, agar peran TPP sebagai agen perubahan dalam pembangunan desa dapat semakin terlihat dan dirasakan secara luas. (ANK)

0 Komentar