Perkuat Tata Kelola BUMDesa, PD dan PLD Gunungkidul Cluster 1 Dibekali Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

Patuk, Gunungkidul (22/06/2026) – Upaya memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) terus dilakukan oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Gunungkidul. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Mandiri Cluster 1 PK, puluhan Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) dari Kapanewon Playen, Patuk, dan Gedangsari mendapatkan penguatan kompetensi terkait penatausahaan keuangan dan pertanggungjawaban BUMDesa.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Soto Mager, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk ini menghadirkan Korprov DIY, Murthodo, S.H., M.Pd., yang memberikan arahan mengenai pentingnya peran pendamping dalam mendorong BUMDesa menjadi lembaga usaha desa yang profesional, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Murthodo menegaskan bahwa kualitas pendampingan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja BUMDesa di tingkat desa.

BUMDesa membutuhkan tata kelola yang baik agar mampu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, pendamping harus memiliki pemahaman yang kuat terkait pengelolaan keuangan dan sistem pertanggungjawaban usaha desa, ujarnya.

Sebagai narasumber dan fasilitator, TAPM Kabupaten Gunungkidul Aris Nurkholis menyampaikan berbagai materi strategis yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam mendampingi pengelolaan usaha BUMDesa.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk memetakan tingkat pemahaman awal peserta. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai kebijakan pelaporan dan pengelolaan keuangan BUMDesa, konsep dasar akuntansi, hingga pengenalan Aplikasi Keuangan BUMDesa yang dikembangkan oleh PKN STAN sebagai sarana pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan secara lebih sistematis.

Tidak hanya menerima teori, peserta juga terlibat langsung dalam sesi praktik akuntansi berbasis studi kasus yang dipandu oleh Aris Nurkholis dibantu oleh Dewi Purnawati (PLD Playen). Berbagai model usaha BUMDesa dijadikan bahan simulasi, mulai dari usaha jasa, perdagangan, simpan pinjam, hingga unit usaha ketahanan pangan.

Melalui praktik tersebut, peserta dilatih melakukan pencatatan transaksi, penyusunan jurnal, pembuatan buku besar, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana sesuai karakteristik masing-masing unit usaha.

Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah akuntansi usaha ketahanan pangan BUMDesa, mengingat sektor ini menjadi fokus pengembangan ekonomi desa dalam beberapa tahun terakhir. Peserta diberikan pemahaman mengenai tata kelola administrasi dan penyusunan laporan keuangan usaha ketahanan pangan agar lebih tertib dan akuntabel.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis dengan kombinasi metode paparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, dan praktik langsung. Berbagai persoalan yang sering dihadapi pendamping di lapangan turut dibahas bersama untuk menemukan solusi yang aplikatif dan sesuai kondisi masing-masing desa.

Sebagai bagian dari evaluasi, kegiatan ditutup dengan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas peserta dalam memahami prinsip-prinsip pengelolaan keuangan dan pertanggungjawaban BUMDesa.

Melalui kegiatan ini, PD dan PLD diharapkan semakin siap mendampingi BUMDesa dalam membangun sistem keuangan yang tertib, transparan, dan profesional. Penguatan kapasitas tersebut menjadi langkah penting untuk mendukung keberlanjutan usaha desa sekaligus memperkuat peran BUMDesa sebagai motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan di tingkat desa (HSGK2026)

Posting Komentar

0 Komentar